Menteri Rini: Saya Ganti Dirut Pertamina Untuk Jaga Ketersediaan Premium

  • Regional
  • 28 Apr 2018 | 16:14 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 219 kali
image
Foto: Istimewa

beritajowo.com // Karanganyar - Beberapa hari lalu, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno telah mengganti posisi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) yang sebelumnya dijabat oleh Elia Masa Manik. Saat ini kepemimpinan sementara (Plt) Pertamina dijabat oleh Nicke Widyawati.

Di hadapan para generasi milenials di De Tjolomadoe, Rini mengatakan pergantian Dirut tersebut demi terus meningkatkan peran BUMN terkhususnya Pertamina kepada masyarakat, terutama dalam menjaga pasokan BBM yang masih bersubsidi.

"Kalau pemerintah sudah katakan barangnya (Solar, Premium dan Elpiji) harus tersedia, Pertamina harus melakukan. Karena Pertamina milik negara, milik bagsa. Maka itu saya lakukan perubahan. Saya harap Bu Nicke ini bisa lakukan fungsinya dan bagusnya lagi dia perempuan," kata Rini di De Tjolomadoe, Sabtu (28/4).

Rini mengaku, meski Pertamina memiliki produk-produk BBM nom subsidi seperti Pertalite dan Pertamax, namun masih banyak masyarakat yang membutuhkan Premium, Solar dan Elpiji. Untuk itu kestabilan pasokan harus benar-benar dijaga.

"Kita ini mengelola BUMN salah satu fungsinya untuk kepentingan masyarakat Indonesia," tambah dia.

Ungkapan Rini ini muncul ketika salah satu generasi milenials menanyakan kepadanya mengenai apa rencana Menteri Rini dalam meningkatkan peran BUMN dalam pertumbuhan ekonomi. Pertanyaan tersebut disampaikan melalui media sosial.

Sebelumnya, Hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Pertamina (Persero) memutuskan perubahan susunan direksi pada Jumat (20/4). Hasil RUPSLB tersebut memutuskan mengganti lima direksi.

Deputi Bidang Usaha Tambang, Industri Strategis, dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno menuturkan, keputusan tersebut dilakukan bersama dan mendapatkan masukan dari Dewan Komsaris. Ada sejumlah hal jadi pertimbangan pergantian direksi. Pertama, ini dalam rangka memperkuat dan mempercepat implementasi holding. Kedua, melihat perkembangan kondisi terakhir.

img
BeJo@23
EDITOR

KABAR TERBARU