Peran Jurnalisme dan Diplomasi Digital Indonesia Menggaung di University of Houston Texas

  • Internasional
  • 28 Apr 2018 | 15:12 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 216 kali
image
foto: beritajowo.com/dok

beritajowo.com / houston - Peran jurnalisme dan diplomasi digital Indonesia digaungkan?pada simposium jurnalisme di University of Houston Texas, Kamis (26/4). Simposium yang merupakan inisiatif Dr. Temple Northup, Direktur Jack Valenti School of Communication UH ini, mendapat dukungan dari KJRI Houston. Simposium hadirkan narasumber Janet Steele, jurnalis AS, Konjen RI di Houston, jurnalis dan akademisi berbakat dari Indonesia, China, India, Malaysia dan AS. Sekitar 100 pengunjung dari kalangan universitas, jurnalis dan masyarakat di AS hadiri simposium yang bertajuk Journalism in Asia: Current Trends & Challenges di UH Alumni Center.

Konjen RI, Dr. Nana Yuliana dengan featured remarks ?Role of Digital Diplomacy in Indonesia? memaparkan bahwa pada era globalisasi ini media digital merupakan bagian integral dalam diplomasi Indonesia. Diplomasi digital selain bertujuan diseminasi informasi secara global juga esensial dalam membangun kepercayaan publik dan berperan sebagai fungsi akuntabilitas dan transparansi publik. Instagram, twitter, facebook dan youtube menjadi sarana yang efektif dan efisien dalam suarakan diplomasi Indonesia baik di bidang ekonomi, maritim, perlindungan WNI maupun peran dalam forum internasional. Saat ini Indonesia gencar kampanyekan pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019.

Janet Steele, seorang Indonesianis berbagi pengalaman riset tentang jurnalisme dan Islam di Indonesia dan Malaysia melalui paparan Journalism of Islam Contending Views in Muslim Southeast Asia. Stelle yang juga Direktur Institute of Public Diplomacy and Global Communicatio George Washington University, secara khusus menulis buku tentang majalah TEMPO yang fokus pada isu politik dan budaya Orde Baru. Dia juga bandingkan perkembangan jurnalisme di Indonesia dan Malaysia yang cenderung sulit mengeksplorasi perkembangan Islam di Malaysia karena media di Indonesia lebih terbuka.

Indonesia sangat bangga dengan kehadiran jurnalis dan akademisi muda juga berbakat dari Indonesia. Mereka adalah Devi Asmarani, editor in chief dan Hera Diani, managing editor, media online feminis Magdalene serta Prodita Sabarini, editor Conversation Indonesia, media online bersumber analisa dari akademisi dan peneliti. Dosen universitas Bhayangkara (Ubhara) Jakarta yaitu Hizkia Yosias Polimpung dan Rina Sovianti juga berbagi ilmu jurnalisme pada simposium ini. Mereka berbagi praktik terbaik di Indonesia seputar isu Intersection of Culture & Journalism in Asia serta Trends & Challenges in Journalism Education in Asia bersama panelis dari negara Asia.

University of Houston dan Ubhara menjalin kerja sama di di bidang ilmu komunikasi sejak September 2017. Dosen Ubahara berkesempatan berikan workshop tentang penulisan artikel dan data jurnalisme kepada staf KJRI Houston sebagaj bagian dari peningkatan kapasitas SDM. Simposium ini tingkatkan upaya university to university partnership dan engagement dengan media setempat guna optimalkan diplomasi publik dan diplomasi digital Indonesia di AS.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU