Semangat Gotong Royong Mencegah Stunting

  • Regional
  • 28 Apr 2018 | 04:30 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 132 kali
image
foto: beritajowo.com/dok

beritajowo.com / semarang - Gotong royong tak sebatas kerja bakti. Di lingkup yang lebih besar, membayar pajak adalah bentuk gotong royong dalam berkontribusi membiayai pembangunan. Selain itu, mau membeli produk dalam negeri, juga akan sangat membantu berkembangnya UMKM.

?Presiden kini mencanangkan untuk bergotong royong mencegah stunting atau kerdil. Tumbuh kembang anak yang tidak normal, tidak hanya berpengaruh pada fisik, tapi juga kecerdasannya,? ungkap Plt Gubernur Drs H Heru Sudjatmoko MSi saat meninjau pelaksanaan KB dengan pemasangan alat kontrasepsi implant dan IUD di Pati.

Gotong royong, kata mantan Bupati Purbalingga ini, sebenarnya nilai budaya, khususnya budaya Jawa yang sudah lama. Walaupun saat ini perwujudannya berbeda, tetap harus terus dikumandangkan. Sebab, ada nilai persatuan, kebersamaan, tolong menolong dan rela berkorban di dalamnya.

Heru Sudjatmoko juga menyampaikan kegiatan gotong royong dan PKK tidak pernah bisa saling lepas.

?Kalau kita membaca 10 program pokok PKK, maka sebenarnya seluruh progran itu jiwanya, rohnya adalah gotong royong. Program-program itu bisa terlaksana, terutama karena kegotong royongan kita, kegotong royongan ibu-ibu PKK, juga dukungan berbagai pihak,? tuturnya.

Heru meminta gotong royong yang belakangan ini mulai memudar agar dihidupkan lagi. Menghidupkannya tidak hanya di lingkup kecil masyarakat, tapi juga dalam mengelola suatu daerah, dan bahkan negara.

?Bagaimana gotong royong bisa menjiwai kita semua. Memang gotong royong yang paling mudah dilihat dalam kehidupan kelompok kecil masyarakat. Misalnya, di lingkungan posyandu, di mana kader posyandu mau bergotong royong tanpa berharap upah, tapi tiap bulan bersedia mengadakan kegiatan penimangan bayi dan balita,? jelasnya.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU