Warga Muda Korsel Berpendapat Reunifikasi Tidak Akan Berjalan Mulus

  • Internasional
  • 27 Apr 2018 | 09:58 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 175 kali
image
foto.(istimewa)

beritajowo.com // Korea - Perubahan politik di Semenanjung Korea berjalan begitu cepat. Baru beberapa bulan lalu di sana ada diambang perang nuklir.

Sekarang pemimpin kedua negara akan bertemu hari Jumat (27/4/2018) dan ada rasa optimistis mengenai perdamaian.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan dia akan membekukan uji rudal dan nuklir sementara Presiden Korea Selatan Moon Ja-in memberikan pertanda akan adanya kelonggaran dalam masalah ekonomi.

Namun tampaknya tentangan ke arah perdamaian lebih banyak datang dari warga muda Korea Selatan.

Mereka ingin keamanan lebih baik, namun tidaklah menghendaki reunifikasi, bersatunya kembali kedua Korea, sementara generasi lebih tua melihat KTT Kedua Korea ini sebagai harapan terakhir untuk penyatuan di semenanjung tersebut.

Sedikitnya 60 ribu keluarga Korea Selatan terpisah karena perang dan mereka sangat mendukung bersatunya kembali Korea Utara dan Korea Selatan..

Warga muda Korea Selatan melihat perbedaan yang begitu besar itu membuat reunifikasi tida k akan bisa berjalan mulus.

Seorang mahasiswa Tae-wan Kim mengatakan generasi muda tidaklah mau membayar biaya bagi perujukan kembali yang bisa mencapai puluhan miliar dolar.

"Generasi kami berpikir mengapa kami harus membayar miliaran dolar, ini bukan tugas kami. Kami sudah berjuang membuat perekonomian bagus, kami sudah berkorban, mengapa harus membuang semua itu." katanya.

Generasi muda mengatakan bahwa membanjirnya warga Korea Utara akan mengancam kesejahteraan Korea Selatan, dan mahasiswi S2 Kyeyu Kwak memperkirakan hal itu bisa membuat persaingan lebih ketat untuk masuk ke universitas atau mencari pekerjaan.

Dia mengatakan warga muda lebih perduli dengan bagaimana bisa bersaing di dalam masyarakat Korea Selatan saat ini dibandingkan masalah Korea Utara.

"Generasi muda kami tidak terlalu memperdulikan Korea Utara seperti yang banyak menjadi perhatian media."

"Kami mungkin tidak menghendaki reunifikasi, namun banyak anak-anak muda yang optimistis bahwa dari KTT akan tercipta hubungan baik dalam hal perdamaian."

img
BeJo@25
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU