Korsel-Korut Akan Mengusulkan Penghapusan Pasukan di Zona Militerisasi

  • Internasional
  • 26 Apr 2018 | 21:12 WIB
  • Oleh KMC
  • Dilihat 186 kali
no image
foto(istimewa)

beritajowo.com // seoul?- Denuklirisasi tidak hanya menjadi topik dalam pertemuan antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) pada Jumat (27/4/2018) nanti.

Dilaporkan harian Korsel?Chosun IlboKamis (26/4/2018), Korsel mengusulkan untuk menghapus keberadaan pasukan di zona demiliterisasi.

Merujuk kepada gencatan senjata di Perang Korea (1950-1953), baik tentara Korut maupun Korsel diizinkan membawa senapan non-otomatis maupun pistol.

"Kami bermaksud menjadikan kawasan itu sebagai simbol perdamaian, bukan simbol kekuatan," kata seorang pejabat anonim Korsel.

Dalam proposalnya, Presiden Korsel Moon Jae In menyodorkan pengurangan pasukan dan persenjataan berat di kawasan demiliterisasi.

Saat ini, dilaporkan terdapat 160 pasukan Korut, dan 60 orang serdadu Korsel yang menjaga kawasan perbatasan tersebut.

Kemudian, Moon dan Pemimpin Korut Kim Jong Un dijadwalkan berdiskusi seputar wacana pembukaan kantor perwakilan di desa Panmunjom.

Nantinya, kantor perwakilan itu bakal diisi pegawai dari kedua negara, dan bakal mendiskusikan masalah militer hingga pertukaran antar-perbatasan.

Namun, kedua pemimpin bakal menepikan isu sensitif seperti Batas Garis Utara. Sebuah garis demarkasi di Laut Kuning yang menjadi perbatasan maritim de facto antara Korsel dan Korut.

Lebih lanjut, Korsel juga berharap Konferensi Tingkat Tinggi Antar-Korea itu bakal lebih sering diadakan ke depannya.

Adapun pertemuan yang bakal berlangsung Jumat besok merupakan pertemuan ketiga kedua negara setelah yang pertama terjadi di 2000, dan kedua pada 2007.

img
BeJo@22
EDITOR

KABAR TERBARU