Cantik, Muda dan Kaya Itulah Intan Nurimani Miliarder Muda dari Solo

  • Info Publik
  • 23 Apr 2018 | 09:58 WIB
  • Oleh KMC
  • Dilihat 348 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / solo - Usianya belum genap 35 tahun. Lahir di Solo 14 Juni 1983. Tetapi wanita berpostur tinggi semampai ini sudah muncul sebagai miliarder muda. Bukan karena warisan orang tua. Lalu dari mana uang itu berasal?

Dari kerja Multi Level Marketing (MLM) yang ditekuninya sejak April 2013. Akumulasi bonusnya hingga 19 April 2018 sudah mencapai Rp 15,9 miliar. Betul ini, bukan hoax?

?Betul sekali. Bonus tersebut terakumulasi yang dibayarkan tunai setiap hari masuk rekening saya,? kata Intan Nurimani, si miliarder muda ini menjawab pertanyaan koranbernas.id Kamis (19/4/2018) saat berlangsung Table Talk Jogja di Rembug Kopi.

Bukan itu saja, dia juga mendapat reward berupa satu unit mobil Kijang Innova dan mobil Honda CRV, liburan ke beberapa negara Asia dan Eropa serta ibadah umrah. Semuanya gratis.

Sebagai mantan penyiar di sebuah stasiun radio swasta di Solo, dia memang punya modal pandai bicara. Ditambah personality dan personal approach yang bagus. Itu menjadi modal penting.

Menurut wanita yang dulu kuliah di Akademi Akuntansi di Yogyakarta ini, bisnis MLM bisa dilakukan oleh siapa saja. PNS, istri TNI dan Polri, guru, ibu rumah tangga, dokter dan siapa pun karena bisa disambi.

?Dan saya tidak melakukan door to door menawarkan propolis atau yang lain,?katanya sambil tersenyum.

Semuanya bermula dari gethok tular. Jika langsung gencar menawarkan barang, mungkin banyak orang tidak tertarik. Apalagi banyak orang tidak suka dan menganggap MLM itu haram, hanya menguntungkan yang di atas.

Padahal tidak. Bonus itu dibagi ke semua orang yang berada di jaringan ?pohon? sebagai kontraprestasi kerja kerasnya. Lebih mantap lagi di Moment tempat dia bergabung sejak 2013 itu, sudah punya sertifikat Syariah. Sebelumnya dia pernah bergabung MLM sebuah perusahaan. Tetapi tidak merasa sreg karena ada kesan memaksa member.

Intan Nurimani (celana panjang hitam) mengangkat replika kunci saat menerima reward Mobil Kijang Innova. (istimewa)

300 tinggal 9

Tapi meraih sukses tidak semudah dibayangkan. Kerja keras, serius dan jeli melihat peluang itu menjadi kunci utama. Mengawali kerja ini bukan pekerjaan mudah bagaimana harus mampu membangun jaringan seluas-luasnya secara bertahap. Setiap bertemu orang, apalagi komunitas, harus dijadikan sebagai peluang.

?Apalagi saya memang sudah merasakan sendiri produk kesehatan dan kecantikannya. Sehingga saya ngomong punya dasar. Bukan sekadar kata orang. Kata si Anu dan sebagainya,? kata ibu dua anak ini. Dengan demikian dia menjadi sangat mantap menyampaikan ke orang lain.

Sulitnya bisnis ini berkembang karena banyak orang tidak fokus, tidak serius dan enggan kerja keras. Diawali dengan kata tidak bisa. Sebagai contoh dia pernah merekrut 300 orang sebaga i downline.

Ternyata yang jadi hanya 9 orang. Betapa tidak imbang rasionya. Meskipun belakangan setelah tahu Intan berhasil banyak yang teriak ?aku mau?. ?Ya kenapa dulu tidak serius. Karena tidak ada sukses yang instan, harus kerja keras,? katanya.

Contoh gethok tular itu, saat dia dalam perjalanan menyeberang dari Bintan. Di atas perahu dia berdekatan dengan seorang ibu. Ngobrol, cerita anaknya sakit panas. Intan hanya bilang jika anaknya diberi propolis ternyata sembuh. Alhasil ibu itu membelinya. Hanya dalam waktu sekitar 15 menit. Dari situ diharapkan ibu tadi akan bercerita pada orang lain setelah anaknya sembuh.

Intan Nurimani di Raja Ampat Papua. (istimewa)

Bahagiakan orangtua

Untuk apa bonus sebesar itu? ?Saya ingin orang tua di masa senja bahagia. Tidak lagi harus bekerja seperti dulu,? katanya. Ayahnya Fatchurrahman Nugroho pengusaha percetakan kecil-kecilan. Ibunya Titut Sri Rejeki dulu jualan gudeg di teras rumahnya dan cukup laris. Kerap menerima pesanan dalam jumlah besar di kalangan pengusaha batik di Solo.

Dari bonus tersebut Intan membelikan rumah harganya di atas Rp 2 miliar. Lebih bagus dari rumahnya sendiri. Mobil Toyota Innova juga dipersembahkan pada kedua orangtuanya, serta mengumrahkannya.

Selain itu biaya hidup setiap bulannya dia penuhi. Meskipun Intan sadar seberapa pun dia bisa berikan tak akan cukup untuk membalasnya. Apalagi dia mengakui, saat remajanya sering menyulitkan orangtua.

Dia juga membelikan ruko untuk kakaknya, Dicky, karena dialah yang membiayai saat Intan kuliah di Yogya serta membelikan mesin cetak yang lebih memadai. Dicky sekarang meneruskan usaha percetakan ayahnya.

Selebihnya untuk membeli beberapa bidang tanah. Bonus tersebut benar-benar cementhel untuk keluarga dan masa depan anak-anaknya. Bukan untuk hura-hura.

Selain rajin beribadah, puasa Senin dan Kamis serta salat dhuha, Intan juga tidak melupakan 2,5 persen harta yang dilimpahkan Allah SWT adalah milik anak yatim, piatu dan kaum duafa. Dia juga rajin mengundang pengajian ibu-ibu. Soal pajak pun tertib.

Karena keberhasilannya, wanita yang mandiri sejak mudanya ini berkesempatan berbagi ilmu keliling berbagai kota besar di Indonesia. Bukan hanya di Jawa, tapi juga di Sumatera, Sulawesi, Bali sampai Raja Ampat Papua.

Setiap Rabu dijadwalkan Intan ke Yogya untuk berbagi ilmu, tempatnya berpindah-pindah. Memotivasi. Ini terbuka untuk siapa saja yang berminat mencari tambahan pendapatan. Terutama bagi kaum wanita yang seharusnya memegang uang hasil usaha sendiri. Ratusan ribu, jutaan bahkan miliaran, siapa tidak ingin?

?Kalau saja tidak di sini, kerja apa dan siapa yang mau menggaji saya sebesar itu?? katanya. Barangkali Anda salah satunya yang ingin meraih sukses seperti Intan? Silakan, gratis kok. Serap ilmunya, ikuti langkahnya.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU