Salah Gunakan Kekuasaan, Putri Bos Korean Air Mundur

  • Internasional
  • 23 Apr 2018 | 09:31 WIB
  • Oleh KMC
  • Dilihat 238 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / seoul - CEO Korean Air Cho Yang-ho mengatakan dua putrinya mengundurkan diri setelah insiden terpisah yang dinilai sebagai penyalahgunaan kekuasaan di dalam perusahaan. Kasus ini jadi perdebatan nasional mengenai sistem bisnis di Korea Selatan.

Dilansir oleh BBC, Senin (23/4/2018), polisi sedang menyelidiki putri bungsu CEO Korean Air Cho Yang-ho, yakni Cho Hyun-min, setelah ia diduga menyiramkan air ke wajah manajernya.

Sebelumnya, kakaknya yang terkenal pada tahun 2014 lalu secara tidak sengaja menunda penerbangan atas insiden sebungkus kacang. Meski pada akhirnya kakaknya itu diganjar hukuman penjara lima bulan atas insiden tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, ayah mereka meminta maaf kepada publik dan karyawannya. Cho Yang-ho mengatakan putri-putrinya akan dilucuti dari semua tanggung jawab mereka, lapor kantor berita Yonhap seperti dilansir BBC.

Kedua kasus tersebut menjadi berita utama di Korea Selatan dan membuka kembali perdebatan nasional tentang sistem bisnis Korea, yang didominasi oleh perusahaan keluarga yang dikenal dengan istilah 'chaebol'.

Sebelumnya, Cho Hyun-min atau dikenal sebagai Emily, yang merupakan wakil presiden senior Korean Air, dilaporkan kehilangan kesabarannya karena tidak senang dengan jawaban atas pertanyaannya dalam sebuah rapat. Dia mengaku mendorong ma najernya itu, namun dia membantah melakukan penyiraman air ke manajer agensi periklanan tersebut.

Buntutnya, puluhan petisi online ke situs web Presiden Korea Selatan diluncurkan, menuntut agar perempuan itu dihukum.

Maskapai ini berada dalam pengawasan ketat setelah sebelumnya putri sulung CEO Korean Air, yakni Cho Hyun-ah, terbang dari New York ke Seoul pada 2014 lalu dengan penuh amarah. Pasalnya, kacang macadamia yang disajikan kepadanya ada dalam kemasan, bukan disajikan di piring.

Pada tahun 2015, Cho dihukum karena dinilai melanggar keselamatan penerbangan, pemaksaan dan penyalahgunaan kekuasaan. Dia diputus harus menjalani hukuman lima bulan penjara.

Usai menjalani hukuman, Cho kembali bekerja kurang dari sebulan lalu sebagai eksekutif dari afiliasi hotel maskapai penerbangan di perusahaan tersebut. Tak lama kemudian, ayahnya mengumumkan diri untuk mundur.

Kedua kakak beradik perempuan itu adalah cucu dari pendiri Hanjin Group, salah satu kerajaan bisnis keluarga besar yang dikelola keluarga Korea Selatan. Saudaranya, Cho Won-tae, tetap menjadi presiden dan chief operating officer Korean Air.

Menurut Yonhap, kantor-kantor Korean Air dan rumah ketiga anak CEO itu digeledah oleh polisi pada Kamis (19/4) di tengah tuduhan terhadap mereka yang menghindari membayar biaya atas barang-barang mewah yang dimiliki.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU