Sekilas Tentang RA Kartini dan Keluarganya

  • Info Publik
  • 23 Apr 2018 | 05:32 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 657 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / Jepara ? Peringatan Hari Kartini sebagai pahlawan emansipasi perempuan Indonesia selalu berlangsung meriah dan gegap gempita hampir di seluruh penjuru nusantara. Namun, suasana penuh keceriaan dan sukacita warga setiap 21 April itu, tak dirasakan para keturunan RA Kartini yang hidup dalam keprihatinan.

Raden Ajeng Kartini yang lahir di Mayong, Jepara 139 tahun silam, merupakan pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Putri bupati Jepara Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat itu, kemudian menikah dengan Bupati Rembang RM Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat, pada 12 November 1903. Dari pernikahan tersebut, RA Kartini dikaruniai putra semata wayang RM Soesalit Djojoadhiningrat yang lahir pada 13 September 1904.

RM Soesalit menikah dengan wanita Jawa bernama Siti Loewijah dan dikaruniai seorang putra bernama Boedi Setyo Soesalit. Cucu tunggal RA Kartini yang menikah dengan Sri Bidjatini dikaruniai lima anak, yakni Kartini, Kartono, Rukmini, Samimum, dan Rachmat. Sejak Boedi Soesalit meninggal pada usia 57 tahun, kehidupan keluarga lima cicit RA Kartini memprihatinkan.

Bupati Jepara Ahmad Marzuki menjelaskan, setelah Boedi Soesalit meninggal dunia, cucu menantu RA Kartini, Sri Bidjatini bersama lima anaknya yang merupakan cicit pejuang wanita Indonesia, hidup dalam keprihatinan. Hanya Kartini sebagai cicit tertua yang kondisi ekonominya lumayan, sedangkan lainnya butuh uluran tangan pemerintah sebagai bentuk perhatian kepada keturunan RA Kartini.

?Hanya yang pertama yang lumayan, sedangkan Kartono mengojek, demikian pula Samimun juga jadi tukang ojek. Sementara Rukmini telah ditinggal suaminya yang bunuh diri akibat terlilit ekonomi, dan Racmat yang menderita autis sudah meninggal,? beber Ahmad Marzuki saat memberi sambutan pada Resepsi Peringatan Hari Kartini ke-139 Tahun di Pendapa Kabupaten Jepara, Sabtu (21/4).

Hadir dalam puncak rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-139 RA Kartini tingkat Provinsi Jateng tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jateng Drs Heru Sudjatmoko MSi, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta para tokoh masyarakat.

Lebih lanjut bupati mengatakan, cucu menantu dan cicit RA Kartini tidak ada yang bermukim di Jepara. Selama ini semua keturunan tokoh wanita Indonesia itu menempati rumah bantuan pemerintah di Parung Bogor. Namun kini mereka terpaksa harus meninggalkan rumah bantuan itu, karena ada pihak yang meminta agar mereka meninggalkan rumah tersebut karena cucu tunggal RA Kartini telah tiada.

?Ada oknum yang meminta mereka meninggalkan rumah bantuan pemerintah itu. Cucu menantu dan para cicit RA Kartini dianggap tidak berhak menghuni lagi karena cucu RA Kartini sudah meninggal,? terangnya.

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU