Imf-Minta AS-Thiongkok Pendekatan Kooperatif Selesaikan Konfilik Perdagangan

  • Internasional
  • 22 Apr 2018 | 14:42 WIB
  • Oleh Metrotvnews
  • Dilihat 201 kali
image
foto(istimewa)

beritajowo.com // washington?- Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperingatkan eskalasi konflik perdagangan berisiko membalikkan pertumbuhan ekonomi dunia saat ini. Di titik ini, IMF mendesak negara-negara untuk menegosiasikan peraturan secara kooperatif terutama Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

"Momentum di balik ekspansi global siklus tetap kuat, tetapi meningkatnya konflik perdagangan dan volatilitas pasar keuangan menyoroti risiko penurunan di luar beberapa kuartal berikutnya," kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, seperti dikutip dari?Xinhua, Sabtu, 21 April 2018.

Lagarde membuat pernyataan itu ketika IMF dan Bank Dunia mengadakan pertemuan musim semi tahunan tahun ini. Pertemuan itu dengan latar belakang perselisihan perdagangan yang meluas yang telah ditentang Amerika Serikat terhadap mitra dagang utamanya di seluruh dunia dalam beberapa bulan terakhir.

"Negara-negara harus bekerja untuk mempromosikan sistem perdagangan multilateral terbuka dan berbasis aturan yang berfungsi untuk semua. S ebuah pendekatan kooperatif untuk regulasi akan menuai keuntungan dari teknologi keuangan, sementara menangani risiko terhadap stabilitas dan integritas," ujarnya.

Mengekspresikan kekhawatirannya atas penumpasan yang tidak menentu tentang apa yang dapat menyebabkan perang dagang penuh antara Washington dan Beijing, Lagarde menyerukan, negara-negara untuk menjauhi proteksionisme dan mengatakan bahwa pembatasan perdagangan sepihak belum terbukti membantu.

Ia menyambut baik diskusi bilateral antara Washington dan Beijing dan perbedaan pendapat itu harus diselesaikan pada pengaturan multilateral. Menurut Lagarde, efek tumpahan Tiongkok-AS terkait pengukuran tarif di seluruh dunia akan terbatas karena dampaknya terhadap pertumbuhan tidak terlalu besar dalam hal Produksi Domestik Bruto (PDB) global.

"Ini lebih sulit untuk mengukur erosi kepercayaan. Ketika investor tidak tahu ketentuan yang mereka perdagangkan, mereka enggan berinvestasi. Pertumbuhan didorong oleh lebih banyak investasi dan perdagangan, jadi mengapa merusak mesin-mesin itu?," pungkas Lagarde.

img
BeJo@22
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU