Lolos SNMPTN, Dinda Calon Dokter Anak dari Penyapu Jalan dan Buruh Bangunan

  • Regional
  • 20 Apr 2018 | 16:15 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 171 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / semarang - Pengumuman seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN) 2018, diwarnai aksi sujud syukur oleh siswa SMA 15 Kota Semarang, Dinda Anita Septiana. Dimana semua itu menjadi mimpi yang terwujud dari anak seorang buruh bangunan dan penyapu jalan. Dinda akan menjadi calon dokter yang menempuh pelajaran di Undip.

Siswa Kelas XII IPA 2 itu, tak mampu menyembunyikan rasa haru sekaligus gembira setelah diterima di PTN favorit pilihannya. Dinda adalah bagian dari pelajar dengan prestasi cemerlang namun berasal dari keluarga tidak mampu.

''Ibu saya bekerja sebagai penyapu? jalan sedangkan ayah menjadi buruh bangunan. Namun, Alhamdulillah, saya diterima di Fakultas Kedokteran (FK) Undip,''tutur dia didampingi Kepala SMA 15, Soleh Amin, Kamis 19/4. ?

Remaja berusia 17 tahun tersebut, juga tak mampu menyembunyikan tangis sebelum kemudian bercerita banyak tentang keberhasilannya masuk PTN tanpa tes. Sebagai siswa dari keluarga ekonomi mepet, dirinya sempat takut membayangkan sekolah tinggi apalagi menjadi dokter. Kendati demikian, hatinya tak dapat berbohong saat mendapati nilai pelajaran yang diperolehnya selalu menonjol.

Tak kurang angka sembilan dan sepuluh acap ditorehkannya diberbagai mata pelajaran. Tanpa ketinggalan angka sempurna tersebut tersemat di mapel seperti Biologi, Kimia, Fisika, bahkan Matematika. Mapel bidang eksakta ini bagi kebanyakan siswa dianggap ''berat '' karena memiliki tingkat kesulitan tinggi.

''Setelah saya pikir-pikir juga kenapa tidak menggantungkan cita-cita setinggi mungkin. Walhasil, saya pun bertekad bisa kuliah bahkan memilih keilmuan yang spesifik. Alhamdulillah saya diterima di fakultas kedokteran yang tentunya besar harapan akan bisa mengantar pada kesuksesan,''tuturnya.

Ibunda, Dinda, Indarti, mengaku bersyukur atas prestasi anaknya namun tetap berpikir keras mencari biaya pendukung kuliah anaknya. Sebagai penyapu jalan dan suami bekerja serabutan penghasilan keluarga itu, jauh dari istilah cukup. Keinginannya juga terdapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak supaya cita-cita luhur anaknya menjadi guru besar bisa terwujud.

img
BeJo@17
EDITOR