Silaturahmi ke PWNU, Sudirman Said Akan Hentikan Full Day School

  • Regional
  • 16 Apr 2018 | 21:22 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 183 kali
image
foto: beritajowo.com/dok

beritajowo.com / semarang -?Sudirman Said menilai aturan full day school salah kaprah dan harus segera disetop. Itu, menurutnya merupakan langkah pemerintah yang kurang tepat.

Momentum kampanye Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah dimanfaatkan sejumlah tokoh Nahdlatul? Ulama (NU) untuk menyampaikan unek-uneknya.

Bahkan, pimpinan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) mengungkapkan keluhannya soal kebijakan full day school tatkala bertemu calon gubernur bernomor urut 2, Sudirman Said di kantornya, Jalan Dr Cipto Semarang, Senin siang (16/4).

?Harapan kami gubernur nanti bisa mendukung keinginan NU. Dulu kami ingin mengubah lima hari sekolah. Kami adakan posko pengaduan, sampai ada aksi massa menolak kebijakan itu,? ujar Ketua PWNU Jateng Abu Hafsin.

Abu meminta siapapun gubernurnya agar dapat mencabut kebijakan kontroversial tersebut.

Pasalnya, ia berharap supaya pemerintah tidak mematikan Madrasah Diniyah (Madin) dengan full day school.

Jika sekolah ingin menerapkan kebijakan lima hari sekolah harus dilakukan secara sukarela, tanpa paksaan, apalagi imbauan.

?Mewajibkan lima hari sekolah itu salah, sama saja menubrukkan dua elemen masyarakat, dan harus dicabut,? kata sudirman.?

Ia berpendapat pemerintah seharusnya mampu mendorong sistem pendidikan yang ada di masyarakat berjalan dengan baik. Bahkan, sebuah pendidikan harus berpedoman pada karakter keagamaan tiap daerah.

Misal di Jawa Tengah, ujar Sudirman,? pendidikan agama dan keagamaan sudah jadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.?

Sehingga, keberadaan sekolah sore, pendidikan informal, maupun madin harus tetap hidup. Sebab, hal itu bagian dari pembentukan pendidikan karakter.

?Kami tidak ingin tubrukan keduanya, tapi kami menjamin sekolah sore, madin, pendidikan informal yang menjadi pendidikan karakter harus tetap hidup,? ungkap mantan Menteri ESDM Kabinet Kerja Jokowi-JK ini.

Pemerintah, sambung dia, harus memberi ruang sekolah informal. Ia mengatakan pendidikan karakter dibutuhkan di era kekinian.??Zaman sekarang harus memperhatikan pendidikan agama,? tuturnya.

??Nanti harus difasilitasi. Sekolah negeri kan pembinaannya oleh Kemenag, tapi selain itu (swasta) harus dipikirkan. Membina Madrasah swasta itu perlu,? urainya.?

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU