Aparatur Pemerintahan Diminta Gunakan Medsos dengan Etika dan Bijak

  • Regional
  • 06 Apr 2018 | 10:58 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 176 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / kendal - Wakil Bupati Kendal Drs. Masrur Masykur mengajak masyarakat di Kabupaten Kendal untuk menangkal berita bohong atau hoaks yang terus menerus bermunculan di media sosial. Demikian disampaikannya mewakili Bupati Kendal dr. Mirna Anissa, MSi dalam kegiatan Rapat Koordinasi Masalah Strategis dan Aktual Di Kabupaten Kendal, Selasa (3/4) di Pendopo setempat.

Berbicara di hadapan 400 peserta Rakor, Wabup Masrur memaparkan, internet telah membuat informasi berkembang lebih jauh dan cepat. Maraknya berita bohong (hoax) di media sosial yang terjadi saat ini, seperti menebar ujaran kebencian dan sebagainya.

?Saya berharap kepada para Kepala Desa, para tokoh agama dan para tokoh masyarakat dan seluruh warga masyarakat Kendal, untuk menggunakan media sosial dengan etika dan bijak. Hindari penyebaran isu sara, hindari pornografi, hindari juga foto atau vidio kekerasan. Kroscek kebenaran berita terlebih dahulu, sehingga tidak terjebak dan tidak terpancing berita-berita keliru atau hoax,? ajak Wabup.

Dalam hitungan menit, satu topik saja bisa berkembang lebih luas, seperti yang terjadi baru-baru ini berita perampokan terhadap warga Desa Truko Kecamatan kangkung beberapa waktu lalu sempat viral dan telah berkembang sangat jauh. Dalam hitungan menit, berita tersebut berkembang luas, bahkan ada yang menjadikan hoax.

Berita hoax tersebut sangat viral, padahal cerita sebenarnya bukan penganiayaan terhadap ulama, akan tetapi itu adalah peristiwa kriminal murni bermotif perampokan oleh pelaku yang memang sudah direncanakan.

Dijelaskannya, Pemerintah melalui pesan dari Presiden Republik Indonesia, gunakan media sosial dengan bijak, serta gunakan media sosial secara positif dan ?jangan menebar kebencian antar sesama umat.

Sementara, salah satu narasumber, Wakapolres Kendal, Kompol Sugiyatmo, S.I.K. mengatakan, seringkali keberagaman menjadi bagian yang sangat menarik bagi pihak yang ingin menarik untung ketika terjadi kesalahpahaman, pertentangan, perseteruan antar umat manusia. Apalagi di era media sosial yang telah berkembang semakin canggih dan semakin dijangkau, menjadi tantangan kedepan semakin berat. Dengan mudah penghasut menebar isu-isu SARA melalui media sosial yang kemudian ditangkap oleh segala lapisan masyarakat yang berbeda-beda tingkat emosi keagamaannya.

?Jangan takut-takut untuk menyampaikan berita atau informasi kepada pihak berwajib (Polisi atau Pemda), bila ada hal-hal mencurigakan maupun apapun yang menyangkut Kamtibmas, jangan sampai ada permasalahan dulu baru lapor ke polisi. Lebih baik mengantisipasi dari pada sudah terjadi dulu, jangan segan jangan ragu karena aparatur pemerintah adalah mitra masyarakat,? terang Kompol Sugiyatmo.

Sedangkan Sekretaris Daerah kabupaten Kendal, Moh. Toha, ST, MT mengharapkan masyarakat Kabupaten Kendal untuk mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat jangan sampai kita mudah di pecah belah oleh adanya berita hoax (berita bohong).

?Sebagai warga negara Indonesia yang bermartabat, mari kita turut mensukseskan Pilkada 2018 ini yang aman dan damai, agar keutuhan NKRI tetap terjaga, namun jangan sampai tempat ibadah digunakan jadi ajang kampanye. Ibadah ya ibadah kalau mau melakukan kampanye silahkan jangan pergunakan tempat ibadah,? ucapnya.

Sementara itu, Narasumber lain yakni Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kendal Ali Muchtar, SH dan Kasdim Kodim 0715 Kendal menyampaikan materi serupa berkisar soal hoaks.?

img
BeJo@17
EDITOR

KABAR TERBARU