Pemkot Pekalongan Harus Antisipasi TPA Degayu Penuh

  • Regional
  • 06 Apr 2018 | 08:57 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 171 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / pekalongan - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu umurnya tinggal dua tahun lagi. Tidak lama lagi TPA itu penuh, sehingga Pemkot Pekalongan mendesak untuk memprioritaskan pengelolaan sampah secara terpadu di wilayah Kota Batik.

"Jangan sampai Kota bingung membuang sampah setelah TPA Degayu penuh," kata Ketua DPRD Kota Pekalongan, Balgis Diab dalam sambutannya pada Musrenbang perubahan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Kota Pekalongan tahun 2016-2021, di ruang Amarta.

Hadir dalam kegiatan itu, Wali Kota Pekalongan, Moch Saelany Machfudz, Sekda Sri Ruminingsih, dan beberapa pejabat lain. Balgis mengatakan masalah TPA itu adalah sangat penting, sehingga Pemkot harus memprioritaskan. "Ke mana lagi kita membuang sampah, kalau TPA Degayu sudah penuh. Ini harus kita pikirkan bersama agar Pekalongan tidak kesulitan membuang sampah di masa depan," tegasnya.

Balgis juga mengharapkan kepada Pemkot agar mengoptimalkan dan memprioritaskan penanganan kawasan kumuh, peningkatan layanan sanitasi dan layanan air bersih. Dia mengaku ada delapan hal yang disampaikan ke Pemkot berkaitan dengan perubahan RPJMD ini. Yakni selain pengelolaan sampah, juga berharap pemkot segera melakukan langkah terpadu untuk mengatasi terbakarnya Pasar Banjarasari dan membuat perencanaan pembangunan Pasar Banjarsari yang baru.

Melihat keterbatasan sumber daya alam, Pemkot diminta terus berupaya meningkatkan kapasitas keuangan daerah serta mengakses sumber-sumber pendapatan lain, baik dari pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.

Dalam rangka percepatan penanganan banjir dan rob, kata dia, Pemkot agar memiliki perencanaan jangka panjang, master plan drainase yang komprehensif serta tahapan pelaksanaannya. Untuk itu, Pemkot harus koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi, khususnya terkait jaringan irigasi, penanganan sungai sehingga ada upaya bersama mengatasi permasalahan banjir di Kota Pekalongan.

Menurut Balgis, dalam perubahan RPJMD ini, Pemkot harus betul-betul memprioritaskan program yang mendukung pencapaian visi misi dan menghentikan program tidak prioritas. Perencanaan yang disusun agar menerapkan prinsip money follow program serta jelas indikatornya, baik tujuan, sasaran, program, maupun kegiatan.

img
BeJo@17
EDITOR