Ancaman Siber 2018 Makin Besar

  • BSSN Belum Berjalan
  • Nasional
  • 31 Okt 2017 | 10:24 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 217 kali
image
Foto: istimewa

JAKARTA, beritajowo.com- Sejak dikeluarkan Pepres pembentukan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada Mei lalu, sampai saat ini BSSN masih belum memiliki strukturnya.

Padahal ancaman siber sepanjang 2017 sangat memprihatinkan, mulai dari wannacry hingga nopetya yang efeknya sangat memprihatinkan.

Hal ini disampaikan oleh pakar keamanan siber, Pratama Persadha, dalam seminar nasional Joint Statement Forum yang diadakan Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Pembangunan Nasional ?Veteran? Jakarta. Bertempat di Auditorium Bhineka Tunggal Ika, seminar ?nasional yang bertajuk ?Peningkatan Pertahanan Nasional Indonesia dalam ?Sektor Siber? ini dihadiri oleh mahasiswa hubungan internasional ?se-Indonesia.

?Masyarakat awam juga kini mulai merasakan ancaman cybercrime bahkan di ?banyak negara yang pernah menjadi target perang siber, masyarakatnya ?menjadi pihak paling dirugikan. ATM mati, listrik mati, bahkan gas sebagai penghangat ruangan juga tidak berfungsi," jelas chairman lembaga keamanan siber CISSReC (Communication and Information System Security Re search Center) ini.

Pratama melanjutkan, selain regulasi dan infrastruktur, keamanan dunia siber juga perlu didukung dari sisi pemerintah selaku pemegang kekuasaan. Pembentukan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) melalui Perpres Nomor 53 Tahun 2017 merupakan langkah awal pemerintah dalam menyikapi isu strategis ini.

"Sayangnya, hingga kini BSSN belum resmi disahkan akibat struktur organisasi dan susunan tugas pokok dan fungsi yang belum rampung. Di tengah semakin tingginya ketergantungan manusia akan teknologi informasi, keamanan siber tentu harus menjadi prioritas utama negara, sebelum kerugian yang lebih besar menimpa Indonesia," terang pria asal Cepu Jawa Tengah ini.

Potensi ancaman siber pada 2018 jelas akan bertambah besar jika BSSN masih belum efektif berjalan. Sepanjang 2016 saja, biaya kerugian akibat cybercrime secara global mencapai 450 miliar dolar. ?Angka tersebut bisa terus naik bila para netizen, khususnya di kota besar yang banyak terkait dunia usaha dan pemerintah, masih mempunyai kesadaran siber yang rendah. Kelalaian sederhana bisa berakibat fatal,? terangnya.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

KABAR TERBARU