Mitos Orang Jawa Dalam Kehidupan Sehari-hari (part 1)

  • Adat Jowo
  • 01 Feb 2018 | 10:16 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 121 kali
image
Foto.(istimewa)

Beritajowo.com // Adat Jowo - Kehidupan orang-orang di Indonesia memang sarat dengan mitos dan legenda, khususnya untuk orang Jawa. Banyak hal yang dekat dengan kehidupan orang Jawa yang dipercaya “pamali” bila dilakukan.

Biasanya yang menjadi korban dari mitos-mitos ini adalah anak-anak. Mereka mendapatkan larangan yang kurang bisa diterima akal sehat oleh orang yang lebih tua, tanpa menjelaskan kenapa hal tersebut tidak boleh dilakukan.

Ternyata, mitos-mitos ini bukan hanya sekedar bualan saja, ada beberapa mitos Jawa yang mempunyai sisi logis yang relevan dengan realitasnya. Lantas, mitos Jawa apa saja yang masuk akal? berikut ulasannya

1. Tidak Boleh Makan Buah Beserta Bijinya, Bisa Tumbuh di Kepala

Mitos Jawa yang satu lumayan populer dikalangan anak-anak. Ternyata, dibalik mitos ini, kita diajarkan untuk melestarikan alam yaitu dengan membiarkan biji-biji tersebut tidak kita makan maka bisa tumbuh di suatu tempat.

2. Kalau Menyapu Tidak Bersih, Suaminya Brewokan

Orang-orang dijaman dulu, terutama yang perempuan menyukai laki-laki yang wajahnya bersih dari brewok. Mitos ini bertujuan menakuti-nakuti perempuan supaya mereka menyapu dengan sungguh-sungguh hingga bersih.

Brewok pada masa itu, mengambarkan hal-hal yang belum bersih, jadi jikalau malas membersihkan rumah, maka perempuan tersebut akan mendapatkan laki-laki yang malas membersihkan dirinya.

3. Jangan Keluar Rumah di Waktu Magrib, Nanti Bisa Diculik Wewe Gombel

Anak-anak memang sangat takut dengan Wewe Gombel yang konon katanya suka menculik anak-anak. Makanya dibuat mitos ini yang bertujuan supaya anak-anak tidak keluar saat magrib tiba, sebab waktu magrib adalah waktunya orang beribadah.

Selain itu, waktu magrib juga adalah waktunya orang beristirahat dan kadang juga waktunya berkumpul bersama keluarga lainnya. Bahkan sampai sekarang pun kalau bepergian waktu mendekati magrib orang akan menunggu setelah magrib dulu.

4. Anak Perempuan Yang Duduk di Depan Pintu akan Sulit Dapat Jodoh

Mitos jawa yang satu ini berkembang dan bertujuan untuk mendidik anak perempuan supaya berlaku sopan. Sebab, duduk di depan pintu dianggap kurang sopan, karean secara langsung menghalang-halangi orang yang mau masuk maupun mau keluar ruangan tersebut.

5. Kalau Makan Harus Habis. Jika Tidak, Hewan Ternak Akan Mati

Kalau mitos Jawa ini ditujukan terhadap anak yang susah di suruh makan dan tidak mau menghabiskan makanananya. Sebab di jaman dulu, hampir semua keluarga pasti memiliki hewan ternak dan biasanya hewan tersebut hewan yang disayangi oleh si anak tersebut.

Dengan doktrin bahwa hewan kesayangannya akan mati, diharapkan si anak mau makan dan menghabiskan makanannya. Tapi, saat budaya berternak di pekarang rumah ditinggalkan, mitosnya diganti dengan “nanti pak tani menangis”.

Ada satu hal yang diajarkan melalui mitos ini yaitu menghargai makanan sebagai rezeki, sebab banyak orang yang mati karena kelaparan.

6. Dilarang Makan Mengunakan Tutup Piring

Mitos ini bertujuan baik, dimana tutup piring dibuat bukan untuk dipakai untuk makan. Pemahaman ini bertujuan mengembalikan peran barang sesuai dengan fungsinya. Coba bayangkan kalau makan mengunakan tutup piring, pasti belepotan, sebab tutup piring didesain bukan untuk makan.

7. Duduk Diatas Bantal, Nanti Bisa Bisulan

Orang Jawa itu selalu identik dengan lesehan. Dari kebiasaan inilah, anak-anak mengunakan bantal tidur untuk alas tempat duduk. Mitos ini berkembang untuk mengajarkan bahwa tidak baik benda untuk kepala digunakan untuk alas pantat.

8. Anak Perempuan Yang Makan Sayap Ayam bisa Jauh Dari Jodoh

Diketahui, sayap ayam memang banyak mengandung lemak, makanya remaja yang hormonnya sedang tidak stabil dikhawatirkan akan jerawatan setelah makan terlalu banyak sayap ayam. Pemahaman inilah yang dimaksud jauh dari jodoh, kalau wajah tidak bersih, anak perempuan susah dapat jodoh.

9. Bersiul Dimalam Hari Artinya Sedang Memanggil Hantu

Mitos Jawa yang satu ini berkembang karena pada orang pada dasarnya takut dengan hantu, selain itu bersiul dimalam hari, bisa menganggu tetangga disekitar. Terlebih lagi kalau didesa yang suasananya sepi saat malam. Hal ini juga berhubungan dengan kesopanan kita.

10. Menyapu Diarahkan Keluar, Artinya Menjauhkan Rezeki

Berdasarkan perhitungan peruntungan Jawa, sebuah rumah harus mempunyai pintu belakang yang berfungsi untuk membuang kotoran saat menyapu dan digunakan untuk keluar masuk saat ada tamu agar tidak menganggu tamu tersebut.

Mitos Jawa ini berkembang disaaat banyak orang yang mulai membangun rumah yang tidak ada pintu belakangnya. Dipercaya silaturahmi adalah pengundang rezeki, jadi tidak terlihat sopan jika ada tamu, kemudian menyapu kearah depan rumah.

img
BeJo@25
EDITOR

}