Krama Inggil Adat Penghormatan yang Sudah Ditinggalkan

  • Adat Jowo
  • 22 Jan 2018 | 21:33 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 753 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / ADAT JOWO;;; Krama inggil adalah bahasa yang digunakan untuk menghormati seseorang yang diajak bicara, termasuk juga di dalamnya dari tingkah laku, cara duduk, raut muka, pandangan, dan lain sebagainya.

Umumnya tata krama Jawa diajarkan sejak kecil sehingga dapat menjadi sebuah kebiasaan yang tidak akan dilupakan sampai seseorang tua. Tentu saja dalam penggunaannya, tata krama Jawa sangat fleksibel mengikuti keadaan yang ada pada saat seseorang berada di suatu tempat dan kondisi.

Krama Inggil merupakan etiket untuk bahasa Jawa yang sopan jika dipergunakan dalam percakapan sehari-hari, secara khusus terhadap orang yang lebih tua. Sementara kebalikan dari Krama Inggil adalah ngoko atau basa ngoko.

Saat ini Krama inggil sudah jarang diucapkan oleh penduduk di wilayah Jawa, karena dianggap memelihara budaya feodalisme dan tidak sesuai lagi dengan perkembangan zaman.

Namun sayangnya tata krama Jawa ini mulai luntur dan tidak lagi diajarkan dengan baik kepada generasi muda. Generasi muda yang mengaku orang Jawa sudah jarang yang mengerti mengenai hakekat dan makna tata krama Jawa.

Orang Jawa yang lahir di luar komunitas Jawa, misalnya di Jakarta atau di luar pulau bahkan hampir tidak bisa berbahasa Jawa. Padahal esensi tata krama Jawa itu ada pada bahasanya. Olah gerak tubuh yang baik, sikap yang sopan tidak akan lengkap dan bermakna tanpa bahasa yang halus dan sopan.

Oleh karena itu perlu adanya gerakan untuk kembali memahami hakekat tata krama dan budaya Jawa sebagai sebuah jati diri, bukan hanya sebagai peninggalan nenek moyang yang perlu dilestarikan.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

Budaya Lokal Terbaru