Lambang atau Makna yang Terkandung di Upacara Mitoni

  • Adat Jowo
  • 26 Jan 2018 | 11:25 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 432 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / - ADAT : Lambang atau makna yang terkandung dalam unsur Upacara Mitoni

Upacara-upacara mitoni, yaitu upacara yang diselenggarakan ketika kandungan dalam usia tujuh bulan, memiliki simbol-simbol atau makna atau lambang yang dapat ditafsirkan sebagai berikut :

1. Sajen tumpeng, maknanya adalah pemujaan (memule) pada arwah leluhur yang sudah tiada. Para leluhur setelah tiada bertempat tinggal di tempat yang tinggi, di gunung-gunung.

2. Sajen bubur/jenang abang dan jenang putih, melambangkan benih pria dan wanita yang bersatu dalam wujud bayi yang akan lahir.

3. Sajen berupa sega gudangan, mengandung makna agar calon bayi selalu dalam keadaan segar.

4. Cengkir gading (kelapa muda yang berwarna kuning), yang diberi gambar Kamajaya dan Dewi Ratih, mempunyai makna agar kelak kalau bayi lahir lelaki akan tampan dan mempunyai sifat luhur Kamajaya. Kalau bayi lahir perempuan akan secantik dan mempunyai sifat-sifat seluhur Dewi Ratih.

5. Benang lawe atau daun kelapa muda yang disebut janur yang dipotong, maknanya adalah mematahkan segala bencana yang menghadang kelahiran bayi.

6. Kain/jarik dalam tujuh motif melambangkan kebaikan yang diharapkan bagi ibu yang mengandung tujuh bulan dan bagi si anak kelak kalau sudah lahir. 

7. Sajen dhawet mempunyai makna agar kelak bayi yang sedang dikandung mudah kelahirannya.

8. Sajen berupa telur yang nantinya dipecah mengandung makna berupa ramalan, bahwa kalau telur pecah maka bayi yang lahir perempuan, bila telur tidak pecah maka bayi yang lahir nantinya adalah laki-laki.

img
BeJo@17
EDITOR

Budaya Lokal Terbaru