Olah Sukmo Melihat Gaib Dengan Cakra Ketiga (Bag.II)

  • Adat Jowo
  • 30 Des 2017 | 12:05 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 485 kali
image
Foto.(istimewa)

Beritajowo.com // Adat Jowo - Dalam olah sukma kita mengolah kemampuan sukma,  yaitu khusus mengolah kemampuan sukma, tentang apa yang dapat dilakukan oleh sukma kita di dalam dan di luar tubuh kita (di alam gaib).

Kekuatan sukma yang didapat dari hasil oleh batin dan spiritual akan menentukan sejauh mana kemampuan yang dapat dilakukan oleh sukma tersebut.

Baca : https://beritajowo.com/budaya/detail/57/Olah-Sukmo-Terawang-Gaib-BagI

Melihat gaib dengan cakra mata ketiga.

Melihat gaib dengan cakra mata ketiga adalah melihat gaib dengan mendayagunakan kemampuan gaib dari cakra energi yang ada di dahi, di antara 2 alis mata.

Tetapi yang tidak disadari oleh banyak orang adalah pada saat seseorang melihat gaib dengan cakra mata ketiga ini, roh sedulur papatnya bergerak keluar dari tubuhnya (pergerakannya tidak disengaja dan tidak disadari).

Bila digunakan untuk melihat jauh, maka roh sedulur papatnya keluar mendatangi objek sasaran yang ingin dilihat, kemudian mengirimkan gambarannya kepada roh pancer di dalam tubuh (kesadaran / pikiran) melalui jalur energi cakra mata ketiga, sehingga seseorang akan merasa dapat melihat gaib secara langsung.

Kemampuan melihat gaib dengan mata ketiga kuncinya adalah adanya ikatan kuat dan komunikasi antara sedulur papat yang berada diluar tubuh dengan sukma di dalam tubuh, melalui jalur komunikasi cakra energi mata ketiga.

Pada saat seseorang melihat gaib dengan cakra mata ketiga ini, roh sedulur papatnya bergerak keluar dari tubuhnya. Jadi yang melihat gaib adalah sedulur papatnya, yang keluar dari tubuhnya, yang kemudian mengirimkan gambaran penglihatannya kepada sukma di dalam tubuh melalui jalur komunikasi cakra energi mata ketiga.

Kemampuan melihat gaib ini tidak begitu saja secara otomatis terjadi pada orang yang telah terbuka cakra energi mata ketiganya, misalnya yang dibuka dengan olah tenaga dalam (prana atau kundalini).

Cakra-cakra energi tubuh yang dibuka untuk tujuan pengolahan energi tubuh tidak langsung berhubungan dengan alam gaib dan kegaiban. Untuk dapat melihat gaib harus ada pergerakan sukma, walaupun pergerakan itu seringkali terjadi tidak disadari dan tidak disengaja.

Untuk keperluan melihat gaib, maka cakra-cakra tersebut harus dibuka khusus untuk tujuan kegaiban, bukan untuk tujuan pengolahan energi tubuh. Dengan telah terbukanya cakra energi di dahi mempermudah “jalur komunikasi” antara sedulur papat di luar tubuh dengan sukma di dalam tubuh.

Kemampuan seseorang yang dapat melihat gaib melalui cakra mata ketiga merupakan suatu kelebihan dibandingkan orang lain yang tidak mampu melakukannya, tetapi dari sisi keilmuan gaib, kemampuan itu juga masih mempunyai kelemahan.

Walaupun dengan kemampuan melihat gaib melalui cakra mata ketiga orang merasa dapat melihat gaib secara langsung dengan cukup jelas, tetapi seringkali kemampuan melihat dengan cara ini hanya dapat untuk melihat kegaiban tingkat rendah saja.

Cakra mata ketiga merupakan bagian dari fisik manusia yang kekuatannya terbatas, dan kemampuan melihat gaib dengan cakra mata ketiga tersebut sangat bergantung pada kekuatan energi cakranya.

Dan setelah dapat melihat gaib, biasanya seseorang sudah merasa puas, energi kekuatan cakra mata ketiganya tidak ditingkatkan kualitasnya, sukmanya sendiri (roh pancer dan sedulur papatnya) juga tidak diolah untuk memiliki kekuatan gaib yang tinggi.

kepekaan batinnya juga tidak dilatih supaya lebih tajam, sehingga seringkali kemampuan ini hanya dapat digunakan untuk melihat atau mendeteksi keberadaan gaib yang berdimensi rendah saja, dan sebaliknya.
 
Melihat gaib melalui cakra mata ketiga mengharuskan adanya komunikasi antara roh sedulur papat dengan roh pancer.

Dengan demikian seseorang harus melakukannya dengan konsentrasi khusus. Kualitas penglihatan gaibnya tergantung juga pada kemampuannya membaca gambaran gaib yang dikirimkan oleh roh sedulur papatnya yang mengalir di pikirannya.

Ketergantungan pada kemampuan melihat gaib itu juga akan menyebabkan seseorang menjadi tidak peka batinnya, tidak dapat mendeteksi kegaiban di lingkungannya berada, tidak bisa mengedepankan rasa.

Orang-orang yang peka rasa batinnya akan dapat merasakan suasana gaib di lingkungannya berada, tetapi orang-orang yang terbiasa melihat gaib dengan mata ketiga seringkali tidak dapat merasakan suasana gaib di lingkungannya, kecuali mereka melihat sosok-sosok gaibnya, dan seringkali juga tidak mengetahui kesejatian dari apa yang dilihatnya.

sehingga seringkali orang-orang tersebut tertipu dengan penglihatannya, dan mereka akan memberikan cerita-cerita penjelasan kepada orang lain yang awam yang tidak sesuai dengan hakekat kesejatian dari apa yang dilihatnya, ceritanya akan bersifat dogma dan pengkultusan.

Kelemahan lainnya, orang-orang yang memiliki kemampuan melihat gaib seperti di atas seringkali tidak dapat mengendalikan penglihatannya, mata ketiganya terus terbuka dan terus melihat gaib, walaupun tidak sedang ingin melihat gaib.

Kelemahan lainnya adalah jika kekuatan sukma dan penyatuan antar sukma belum cukup kuat. Misalnya saja dalam kondisi tidur dan bermimpi, diluar kontrolnya roh sedulur papatnya pergi keluar dari tubuhnya.

suatu saat akan dapat menjadi musibah jika roh sedulur papatnya ditangkap oleh roh halus lain. Akibatnya, orang tersebut akan dapat menjadi lemah ingatan, lupa ingatan, lemah tubuhnya dan sakit-sakitan, bengong melamun tak sadarkan diri, dsb.

 Pada masa sekarang ini sangat jarang ada orang yang dapat melihat gaib dengan mata ketiga. Kebanyakan mereka melakukannya dengan secara batin.

Pada masa sekarang ini kemampuan melihat gaib dengan cakra mata ketiga lebih banyak dimiliki oleh orang-orang yang bisa melihat gaib sejak kecil, merupakan kemampuan yang terjadi secara alami.

img
BeJo@25
EDITOR

Budaya Lokal Terbaru