Olah Sukmo Terawang Gaib (Bag.I)

  • Adat Jowo
  • 29 Des 2017 | 12:01 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 957 kali
image
Foto.(istimewa)

Beritajowo.com // Adat Jawa - Olah Sukma adalah bagian dari olah batin, tetapi tingkatannya lebih tinggi daripada ilmu-ilmu kebatinan biasa, tetapi di sisi lain, olah sukma ini juga menjadi dasar menuju tingkatan ilmu kebatinan dan spiritual yang lebih tinggi.

Dalam olah batin kita mengolah kekuatan batin dan ilmu-ilmu kebatinan, sedangkan dalam olah sukma kita mengolah sukma kita. Cakra tubuh yang bekerja adalah cakra yang berada di leher sampai dahi dan ubun-ubun.

Dalam olah batin kita mengolah kemampuan batin, yaitu kekuatan dan kepekaan / ketajaman batin kita, kesatuan kesadaran (pancer) dan sedulur papat yang menyatu di dalam tubuh kita, yang menjadi bagian dari kebatinan kita.

Di dalamnya terdapat olah rasa dan sugesti, firasat, olah kekuatan dan kepekaan kebatinan dan pengolahan ilmu-ilmu kebatinan.

Ilmu Terawangan Gaib

Terawangan Gaib adalah kemampuan untuk melihat secara gaib ke tempat-tempat yang jauh yang jaraknya tidak cukup jelas untuk dapat dilihat dengan mata kepala kita.

Kemampuan melihat gaib menjadi dasar untuk ilmu terawangan gaib. Ilmu terawangan gaib ini bisa digunakan untuk melihat sosok-sosok gaib atau melihat suatu lokasi atau objek tertentu, di tempat yang jauh.

Banyak orang yang mampu melihat gaib, tetapi tidak mengetahui prinsip cara kerjanya, sehingga seringkali terawangan gaib tidak dibedakan dengan kemampuan melihat gaib, sehingga oleh banyak orang seringkali dianggap sama, walaupun sebenarnya berbeda.

Kemampuan melihat gaib adalah dasar untuk terawangan gaib. Terawangan gaib adalah mendayagunakan kemampuan melihat gaib untuk dapat mendeteksi atau melihat suatu objek di tempat yang jauh.

Kemampuan melihat gaib dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu melihat gaib dengan cakra mata ketiga, melihat secara batin dan melihat secara roh. Masing-masing cara melihat gaib ini memiliki kelemahan dan kelebihan sendiri-sendiri.

Masih ada satu cara lagi dalam melihat gaib, yaitu dengan bantuan khodam gaib atau sosok halus tertentu. Cara melihat gaib ini adalah dengan menerima penglihatan gaib, yaitu seseorang menerima suatu penglihatan gaib dengan cukup jelas tentang sosok-sosok gaib, atau tentang suatu objek di suatu tempat, atau tentang suatu kejadian pada masa lalu atau masa depan. Sosok gaib itu memberikan gambaran penglihatan gaib di dalam pikiran seseorang.

Penglihatan gaib ini diterima di dalam pikiran seseorang dari suatu khodam ilmu, khodam pendamping, atau sosok gaib tertentu yang berkenan kepadanya. Cara penglihatan gaib ini banyak dilakukan oleh peramal-peramal dalam meramalkan suatu kejadian, karena dengan cara ini ia dapat melihat suatu kejadian dengan cukup jelas di dalam pikirannya (orang Jawa sering menyebut ini sebagai kaweruh atau wangsit atau wahyu).

Kemampuan ini seringkali didapatkan sejak seseorang masih kecil, sehingga sering disebut “bakat bawaan lahir”. Kondisi ini mirip seperti seseorang yang ketempelan gaib, yang tanpa belajar sebelumnya tetapi kemudian bisa mengobati orang atau bisa meramal. Kemampuan ini didapatkan tanpa belajar, tanpa usaha, tanpa perlu menjalankan suatu laku tirakat, dan bukan berasal dari kemampuannya sendiri, karena penglihatan itu diterimanya dari sosok gaib lain.
 
Tetapi kemampuan melihat gaib dengan menerima penglihatan gaib bisa juga dipelajari. Ada banyak amalan ilmu gaib yang tujuannya khusus untuk kemampuan melihat gaib, mendatangkan penglihatan gaib, atau menggerakkan khodam ilmu / pendamping untuk memberikan penglihatan gaib atau untuk merogoh sukma.

Proses yang umum adalah dengan cara “pengisian ilmu” (diijazahkan). Biasanya sesosok mahluk halus disatukan dengan seorang murid dengan cara memberikan air minum yang dibumbui minyak dan mantra, rajah gaib, atau media spiritual lainnya.

Selain itu bisa juga sesosok gaib membawa roh seseorang keluar dari tubuhnya untuk melihat-lihat alam gaib.Jadi dengan bantuan khodam gaib atau sosok halus tertentu seseorang bisa melihat gaib dengan cara :

1. Sosok gaib itu memberikan gambaran penglihatan gaib di dalam pikirannya.
2. Sosok gaib itu membawa rohnya keluar dari tubuhnya untuk melihat alam gaib.
3. Dengan membacakan amalan gaib untuk melihat gaib atau untuk merogoh sukma.

Kelemahan melihat gaib dengan menggunakan suatu khodam gaib adalah bahwa kondisi alam gaib yang dilihat oleh si manusia bisa jadi adalah kejadian yang sebenarnya, tetapi kadangkala juga palsu, karena apa yang dilihatnya adalah gambaran gaib yang diberikan oleh si khodam gaib, yaitu gambaran gaib yang si khodam ingin supaya si manusia melihatnya, yang kadangkala bukan kondisi alam gaib yang sesungguhnya.

img
BeJo@25
EDITOR
Loading...

Budaya Lokal Terbaru