Sejarah Aksara Jawa Menurut Babad Ajisaka

image
(foto: istimewa)

beritajowo.com // babad - Banyak sekali versi sejarah dan legenda yang mengemukakan asal-usul munculnya aksara Jawa yang terdiri dari 20 karakter huruf.

Namun salah satu yang paling terkenal di kalangan masyarakat Jawa adalah legenda babad Ajisaka.

Babad Ajisaka mengisahkan tentang kisah pengembaraan seorang penguasa kerajaan Jawa Kuno yang didampingi oleh seorang abdi (pembantu).

Dalam perjalanannya, Ajisaka meninggalkan keris miliknya di tengah hutan dan menyuruh abdinya tersebut untuk menjaga keris tersebut dan jangan sampai diberikan kepada siapapun kecuali pada Ajisaka sendiri. Ajisaka kemudian melanjutkan pengembaraannya seorang diri.

Setelah sekian waktu, Ajisaka kembali ke kerajaan dan setelah sekian lama memerintah kerajaan ia baru teringat akan keris pusakanya yang ia tinggalkan semasa pengembaraan.

Lantas Ajisaka mengutus seorang utusan untuk pergi ke hutan mengambil keris tersebut. Ia berpesan pada utusannya bahwa jangan sampai kembali ke kerajaan sebelum ia membawa keris pusakanya.

Sesampainya di tengah hutan, utusan kerajaan ini mendapati keris pusaka Ajisaka yang tengah dijaga oleh seorang abdi.

Kedua orang yang pada hakekatnya merupakan utusan Ajisaka ini kemudian saling berebut keris karena mereka sama-sama memegang teguh amanah perintah majikannya. Dua orang ini kemudian terlibat pertarungan yang menjadikan keduanya tewas.

Ajisaka baru teringat kalau ia meninggalkan keris tersebut bersama dengan salah satu abdi setianya. Ajisaka kemudian menyusul ke dalam hutan, namun ia mendapati kedua utusannya telah tewas.

Untuk menghormati utusannya yang setia inilah kemudian Ajisaka merumuskan tulisan yang kemudian dikenal sebagai aksara Jawa.

Filosofisnya:

HaNaCaRaKa : terdapat dua utusan setia

DaTaSaWaLa : saling berkelahi/bertarung

PaDaJaYaNya : sama-sama saktinya

MaGaBaThaNga : sama-sama matinya.

img
BeJo@23
EDITOR

Budaya Lokal Terbaru