Kota Kuno di Nusantara Masa Mataram Islam

image
foto: istimewa

beritajowo.com / babad - Olthof dalam Babad Tanah Jawi menyatakan bahwa Kuta atau Kotagede dibangun Panembahan Senapati menjadi kota keraton sebagai tempat kedudukan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram. Sultan Agung dalam pemerintahan selanjutnya juga membangun kota keraton Karta mulai tahun 1617 (abad 17).

Kota-kota Plered dibangun Sunan Amangkurat I yang memerintah tahun 1647-1677. Kota keraton Wanakarta atau Kartasura dibangun Sunan Amangkurat II pada 1680. Kota keraton Sala atau Surakarta dibangun Sunan Paku Buwana II mulai tahun 1744 (abad 18), sementara kota keraton Yogyakarta dibangun Pangeran Mangkubumi atau Sultan Hamengku Buwana I pada tahun 1755.

Veth yang mendasarkan pemetaaan wilayah Kerajaan Mataram menurut pendeskripsian Louw Roulfaer dan De Jonge menggambarkan bahwa kerajaan Mataram yang beralih ke Gouvern Java Noord-Oost Kust pada tahun 1760 meliputi daerah Pesisir mencakup kota-kota kabupaten juga Wiradesa, Kaliwungu, dan Juwana.

Daerah Pesisir dibagi menjadi Pasisir Wetan dan Pasisir Kilen. Pasisir Wetan meliputi Demak, Jepara, Kudus, Pati, Juwana, Rembang, Lasem, Tuban, Sedayu, Gresik, Lamongan, Surabaya, Pasuruan, Bangil, Probolinggo, daerah Cenngkalsewu, Tengger dan Madura. Sementara Pasisir Kilen meliputi Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Wiiradesa, Batang, Kendal, Kaliwungu, dan Lembahrawa.

Sebagian kota kuno tersebut juga telah tidak dikenali lagi karena berganti nama, wilayahnya mengecil, ataupun musnah. Untuk wilayah Semarang, kedudukan penguasa Semarang (Adipati Semarang) menjadi berada di bawah gezaghebber VOC di Semarang. Hal ini terjadi seusai peristiwa Geger Pacina.

REFERENSI SEJARAH

Raffles,Thomas Stamford. 2008. The History of Java. Alih Bahasa: Eko Prasetyaningrum, et.al. Yogyakarta: Penerbit Narasi.

Ricklefs, M.C. 2001. Sejarah Indonesia Baru 1200-2004. Jakarta: Serambi.

Roesmanto, Totok. 2011. Makalah Kesejarahan Kota: Perkembangan Kota dalam Perspektif Sejarah dalam Seminar Perkembangan Kota Dalam Perspektif Sejarah di Universitas Diponegoro Semarang tahun 2011.

Soekiman, Djoko. 1996. Kebudayaan Indis dan Gaya Hidup Masyarakat Pendukungnya di Jawa (Abad XVIII Sampai Medio Abad XX). Yogyakarta.

Vlekke, Bernard H.M. 2010. Nusantara Sejarah Indonesia. Jakarta: Gramedia.

img
BeJo@17
EDITOR

Budaya Lokal Terbaru