Catatan Sejarah Kota Kuno di indonesia

image
foto: istimewa

beritajowo.com / babad - Seorang penjelajah Dunia, TOME PIRES mencatat beberapa kota Kuno yang disinggahinya di Negeri Nusantara dalam pelayarannya dari Laut Merah menuju Jepang.

Saat berada di Malaka dan India pada tahun 1511-1515, menuliskan pembedaan daerah-daerah di Jawa menurut kelompok-kelompok the land, the town, the city, dan the great city, yang kesemuanya ia tuangkan dalam Suma Oriental.

The lands di Jawa meliputi dan berurutan dari Barat ke Timur yaitu:

- Cherimon/Chereboam/Choroboam atau Cirebon 

- Japura

- Locarj (Losari)

- Teteguall (Tegal)

- Camaram (Semarang)

- Tidumar/Tidana (Tidunan)

- Japara (Jepara)

- Ramee (Rembang)

- Curubaya (Surabaya)

- Gamda

- Pajarucam (Pajarakan)

- Camta/Cantjam

- Panarunca (Panarukan)

- Chamdy/Chandy/Chande

- Balambuam/Bulambaum atau Blambangan

The towns di Jawa meliputi (berurutan dari Barat ke Timur):

- Bantam (Banten)

- Pomdam (Pontang)

- Chegujde

- Tamgaram

- Calapa (Sunda Kelapa)

- Chemanu/Chi Manuk (Cimanuk)

- Tobam (Tuban)

- Cedayo/Sidayu (Sedayu)

- Agacij/Grisee (Gresik)

The city diperuntukkan Demaa atau Demak yang mewadahi 8.000-10.000 hunian. Jumlah penduduk di Demak sekitar 24.000-50.000 orang apabila rata-rata setiap keluarga terdiri atas tiga orang, atau sekitar 40.000-50.000 orang apabila rata-rata setiap keluarga terdiri dari lima orang. Sedangkan the great city diperuntukkan Daya/Dayo/Daio atau Kediri sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit setelah pindah dari Trowulan.

Selain Tome Pires, De Graaf dan Pigeaud dalam bukunya De Eerste Moslimse Vorstendommen op Java menyebutkan bahwa terdapat kota-kota penting di Jawa abad 15-16 di antaranya kota keraton Demak Bintoro, kota kadipaten Bojonagara/Jipang, kota kadipaten Kalinyamat, kota kadipaten Prawata dan juga kota Al-Quds atau Kudus.

img
BeJo@17
EDITOR