Kembang Endhog Tradisi Muslim Banyuwangi Peringati Maulid Nabi Muhammad

  • Adat Jowo
  • 16 Des 2017 | 17:17 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 487 kali
image
foto: istimewa

beritajowo.com / buadaya jawa - Tradisi Grebeg Maulid Surakarta dan Yogyakarta sudah dikenal luas di Tanah Air, namun tak hanya di wilayah mataram itu saja yang memiliki tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad, umat Islam di Banyuwangi juga punya tradisi kembang endhog atau bunga telur. 

Peringatan yang dilakukan setiap 12 Rabiul awwal ini telah menjadi keyakinan warga yang selalu dilakukan sejak ratusan tahun silam.

Tradisi ini cukup kental dan sangat berhubungan erat dengan terjalinnya hubungan silaturahmi antarwarga. Bahkan pada momentum maulid Nabi, banyak keluarga sengaja pulang kampung untuk merayakannya bersama keluarga.

Tradisi Endhog-endhogan merupakan perwujudan rasa syukur warga kepada Allah SWT atas lahirnya junjungan nabi Muhammad SAW. 

Endhog atau telur yang dibawa warga telah direbus matang dan dihias dengan warna.

Selanjutnya, telur hias atau kembang telur itu ditancapkan pada jodang atau pohon pisang untuk diarak keliling kampung.

Dalam arak-arakan tersebu warga menyenandungkan sholawat nabi dan ayat Al-Quran, serta lagu-lagu Islami. Tak sedikit warga yang bergembira bahkan menitikkan air mata haru.

Pemberian doa menjadi momen yang paling ditunggu warga. Karena, mereka akan berlomba memperebutkan kembang endhog tersebut. Tak sekedar berebut, karena warga meyakini prosesi ini bertujuan untuk sama-sama meneladani dan berebut untuk berbuat kebaikan.

Penggunaan telur dalam tradisi tersebut berasal dari filosofi telur sendiri. Telur memiliki tiga lapisan yaitu, kulit atau cangkang, putih dan kuning. Ketiganya menyimbolkan nilai-nilai Islam. Kulit bermakna Iman, Putih telur adalah Islam, dan Kuning diartikan Ihsan.

Sedangkan telur yang ditancapkan pada jodang mengnadung makna kehidupan yang sangat bagus. Karena pohon pisang tak akan mati sebelum berbuah.

img
BeJo@17
EDITOR

Budaya Lokal Terbaru