Mitos Perkutut Dalam Tradisi Jawa Kuno

  • Adat Jowo
  • 11 Nov 2017 | 01:13 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 955 kali
image
(Foto: istimewa)

beritjowo.com - Perkutut merupakan salah satu jenis burung berkicau yang lumayan digemari di Indonesia. Bahkan memiliki kontes nasional yang rutin diadakan setiap tahun.

Dan jika seekor perkutut telah memenangkan sebuah kontes maka harganya bisa berubah jadi setinggi langit. Mulai dari yang biasanya hanya berharga ratusan ribu bisa berubah menjadi puluhan juta bahkan hingga milyaran. Dengan harga yang tinggi seperti ini, burung perkutut tentu bukan hewan peliharaan bagi mereka yang berkantong tipis. Karena itu burung Perkutut kadang juga dijadikan lambang status sosial seseorang. Dengan memiliki burung Perkutut juara yang memiliki harga jual tinggi seseorang bisa dianggap sebagai orang yang telah sukses.

Tapi selain fakta tadi, burung perkutut sebenarnya masih memiliki sisi lain yang jarang diketahui orang. Perkutut dalam kepercayaan orang Jawa kuno, merupakan burung yang memiliki mitos tersendiri.

Dalam kepercayaan orang Jawa, seorang pria yang telah dewasa tak akan dianggap sebagai sebagai lelaki sejati jika tak memiliki Perkutut sebagai hewan peliharanya.

Hal ini berhubungan dengan pakem orang Jawa yang menganut Prinsip “Limo Wasto” yaitu 5 Hal yang membuat hidup seorang pria sempurna.

Kelima hal tersebut adalah “Wisma” (rumah/tempat tinggal), “Curigo” (keris/ senjata andalan), “Kukila” (burung), “Turangga” (kuda/ kendaraan), “Gangsa” (gamelan) dan “Garwa” (istri/pendamping hidup).

Nah dari kelima hal yang wajib dimiliki seorang Lelaki Jawa tadi, burung Perkutut merupakan unsur yang mewakili ‘Kukila’ atau burung. Jadi bagi seorang pria Jawa yang telah mapan, wajib hukumnya untuk memelihara Perkutut supaya dianggap sebagai pria sejati. Selain itu masih ada pula beberapa mitos unik lainya dari burung Perkutut.

img
BeJo@23
EDITOR

Budaya Lokal Terbaru