Makna Lambang Keraton Yogyakarta

  • Kawruh Jowo
  • 08 Nov 2017 | 02:50 WIB
  • Oleh
  • Dilihat 680 kali
image
(Foto: istimewa)

Kawruh, beritajowo.com - Keraton Yogyakarta memiliki lambang atau simbol kerajaan yang dijunjung tinggi masyarakat Mataram. Simbol itu sarat akan makna dan filosofi yang dibawa pada kesejahteraan dan kejayaan keraton.

Lambang itu dikenal dengan nama Praja Cihna, yang dibuat oleh Sultan Hamengku Buwono I, dan diambil dari bahasa Sansekerta

Praja berarti abdi negara, sedang Cihna berarti sifat sejati. Secara harfiah Praja Cihna sifatnya seorang abdi negara.

 

Praja Cihna terdiri dari beberapa bagian yang juga memiliki makna yang terkandung di dalamnya.

Aksara Jawa

Aksara Jawa yang berada di tengah Praja Cihna dengan huruf 'Ha' dan 'Ba' itu singkatan dari Hamengku Buwono yang berarti memangku atau mengayomi bumi. Aksara Jawa tertulis tegak menjadi simbol kebudayaan asli bangsa jati diri Kraton Yogyakarta.

Mahkota

Mahkota di atas lambang. Sultan sebagai raja adalah pemimpin tertinggi dan memiliki tanggung jawab untuk merawat menuju tatanan kehidupan bernegara dan bermasyarakat yang lebih baik.

Sayap Garuda

Dua sayap burung garuda di kiri dan kanan keagungan dan kewibawaan kraton yang tegas, kuat juga pantang menyerah.

Bunga Padma

Bunga teratai atau Padma melambangkan dan kekuatan prinsip. Teratai merupakan tanaman yang memiliki akar kuat, walau hidup di airuhnya namun tumbuhan ini tak akan pernah hanyut dan tetap kokoh di tempat berpijak.

Tumbuhan Sulur

Tumbuhan Sulur yang hidup merambat melambangkan kejayaan dan kemuliaan budaya bangsa nusantara yang lestari berkembang dan bermanfaat untuk bangsa serta rakyat yang beraneka ragam.

Warna

Warna emas dalam Praja Cihna adalah simbol keluhuran, warna merah di tengah berarti berani.

img
BeJo@23
EDITOR

Budaya Lokal Terbaru