Tradisi Iriban Tetap Dipertahankan

  • Adat Jowo
  • 07 Jan 2019 | 10:13 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 429 kali
image
foto: Suaramerdeka/dok

beritajowo.com / UNGARAN - Tradisi Iriban atau acara adat dalam rangka membersihkan saluran air bersih yang dialirkan ke pemukiman terus dipertahankan oleh masyarakat Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat. Kegiatan ini, rutin digelar setiap tahun.

Kades Kalisidi, Dimas Prayitno Putra menjelaskan, tradisi tersebut selalu digelar pada Sabtu melibatkan warga di masing-masing dusun.

“Jadwal antar dusun berbeda-beda, tetapi harinya tetap sama yakni Sabtu. Untuk melestarikan tradisi ini, kami berencana menjadikannya sebagai paket wisata,” jelasnya, di sela mendampingi Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha saat menghadiri Tradisi Iriban di Dusun Mrunten Kulon, Kalisidi, Sabtu (5/1).

Adapun rangkaian Tradisi Iriban, lanjut Dimas, warga setempat biasa memotong ayam kampung di sekitar mata air. Kemudian memasaknya dengan cara dibakar. Sementara untuk lauk sayuran kluban, seluruhnya berasal dari hutan di lereng Gunung Ungaran. Terdiri atas daun cempode, jurang, cikri, dan daun kopi yang dicampur dengan sambal kelapa.

“Setiap ada Iriban, ayam kampung yang dibawa warga mencapai ratusan ekor. Setelah matang, seluruh lauk dan nasi dihidangkan berjajar memanjang beralaskan daun pisang. Warga kemudian berdoa dan diakhiri makan bersama di sekitar mata air,” rincinya.

Khususnya di Dusun Mrunten Kulon, ada Mata Air Siklayu yang dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari. Air bersih tadi, dialirkan menggunakan jaringan pipa Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS). Program ini, dilengkapi dengan meteran air yang terletak di masing-masing rumah dan dikelola langsung oleh lingkungan atau Dusun Mrunten Kulon.

“Setidaknya untuk mengaliri 138 sambungan rumah dan 8 fasilitas umum Dusun Mrunten Kulon. Untuk pemeliharaan sumber mata air grafitasi tersebut, warga dibebani iuran wajib Rp 2.000/bulan serta beban iuran penggunaan Rp 100/M3,” paparnya.

Apabila ditotal, hingga awal Januari 2019 di Desa Kalisidi ada 1.340 unit rumah dari total 1.871 unit rumah penduduk yang sudah teraliri air yang diatur meteran. Jaringan air bersih tersebut, dibawah pengelolaan 16 kelompok pengelola air bersih dan 32 kelompok pengguna air irigasi pertanian.

“Pemerintah Desa Kalisidi juga menyediakan menu khas Tradisi Iriban, masyarakat bisa memesan menu ini H-1 sebelum berkunjung ke Griya Dahar Sinongko,” terang Dimas.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi upaya yang dilakukan warga Desa Kalisidi dalam melestarikan sumber mata air serta tradisi di sana. Menurut dia, Tradisi Iriban erat hubungannya dengan gotong royong.

“Mewakili Pemkab Semarang, kami sangat mengapresiasi langkah warga. Dengan menjaga tradisi, berarti kita juga turut andil dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan,” kata Ngesti.

img
BeJo@17
EDITOR
Loading...

Budaya Lokal Terbaru