TWC Luncurkan Dramatari Roro Jonggrang

  • Adat Jowo
  • 26 Nov 2018 | 02:37 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 60 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / SLEMAN - Setelah 57 tahun eksis, sendratari Ramayana Prambanan kini memiliki pendamping. Pada Minggu (25/11) malam, PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko meluncurkan drama tari Legenda Roro Jonggrang yang ditandai pementasan perdana di Gedung Trimurti Prambanan.

Menurut Direktur Utama PT TWC, Edy Setijono, kehadiran karya kolosal balet Legenda Roro Jonggrang merupakan bagian dari pengembangan budaya yang selama ini menjadi konsentrasi jajarannya. "Kita sudah punya sendratari Ramayana sejak tahun 1961, dan dibangun sedemikian rupa sehingga menjadi bagian diplomasi budaya. Kini dilahirkan karya baru yang semoga bisa menambah khazanah budaya bangsa," ujarnya.

Drama tari Legenda Roro Jonggrang akan mulai ditampilkan ke publik pada bulan Desember mendatang dengan jadwal 10 kali pentas. Selanjutnya pada bulan Januari 2019, pementasan diistirahatkan sementara sembari evaluasi. Masyarakat bisa kembali menyaksikan karya tersebut pada Februari 2019. 

"Butuh tiga bulan untuk mempersiapkan karya ini, sedangkan rancangan konsepnya sendiri perlu waktu hingga satu tahun. Harapan kami drama tari ini bisa diapresiasi," imbuh Edy.

Legenda Roro Jonggrang mengusung konsep yang berbeda dari pendahulunya, Ramayana. Tarian berdurasi 60 menit ini memiliki ritme, dan komposisi bernuansa modern serta gerakannya lebih rancak. Beberapa unsur modern yang dimasukkan seperti tarian hip hop, break dance, love dance, dan video mapping.

Ada 40 penari yang dilibatkan, rata-rata kalangan generasi muda usia 20-25 tahun. Hal ini dipandang positif oleh pihaknya sebagai bagian dari upaya regenerasi. General Manager Unit Teater dan Pentas Sendratari Ramayana Prambanan, Krisna Murti Adiningrum menuturkan, dipilih tema tentang legenda Roro Jonggrang karena identik dengan Prambanan.

"Cerita rakyat Roro Jonggrang juga sudah berkembang di kalangan masyarakat sehingga pas untuk diangkat," terangnya.

Meski berkonsep modern, drama tari ini bisa dinikmati penonton dari berbagai kalangan usia baik anak muda maupun orang tua.

img
BeJo@17
EDITOR

Budaya Lokal Terbaru