Tradisi Meron Sambut Maulud Nabi Muhammad SAW Sedot Ribuan Pengunjung

  • Adat Jowo
  • 23 Nov 2018 | 14:09 WIB
  • Oleh sm.com
  • Dilihat 78 kali
image
foto: Istimewa

beritajowo.com / PATI -Tradisi tahunan meron di Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo menyedot perhatian ribuan warga untuk memperingati tradisi memperingati Maulud Nabi Muhammad tersebut. Tahun ini tradisi digelar pada Kamis (22/11) kemarin. Bahkan warga sudah terlihat memadati jalan Sukolilo- Purwodadi sejak pagi. Dalam meronan pagi diawali dengan pawai atau kirab dari yayasan Sultan Agung Sukolilo.

Acara itu dibuka Muhtar mewakili Bupati Pati dan diikuti sekitar 1.500 peserta dari siswa KB, TK, MI, MTs, SMP, MA, SMK Sultan Agung Sukolilo, MA Sirojul Huda Pasuruan, Pemuda Geneng, Komunitas Jeep Pati serta Ansor Banser kecamatan Sukolilo.

Setelah pawai, barulah tradisi meronan digelar. Gunungan hasil bumi diarak yang kemudian didoakan. Barulah usai didoakan gunungan tersebut diperebutkan warga yang menonton. Tradisi itu menjadi ungkapan rasa syukur dan menjadi semangat untuk meneladani Nabi Muhammad.

Sejumlah literatur menyebut tradisi meron diartikan “ramene tiron-tiron (ramainya meniru)”. Meron untuk melestarikan budaya dari masyarakat yang secara turun temurun dalam peringatan kelahiran Nabi Muhammad.

Ketua Yayasan Pendidikan Sultan Agung Sukolilo, A Haris Rahmat mengatakan, pawai tersebut rutin digelar sebagai rasa syukur kehadirat Allah yang telah menganugerahkan manusia paling mulia yaitu Rusulullah sebagai rahmatan lilalamin.

‘’Pawai ini untuk memeriahkan tradisi meron merupakan tradisi warisan leluhur. Sebagai penerus para leluhur sudah selayaknya kita untuk menguri-uri kebudayaan tersebut agar tidak hilang ditelan zaman,’’ tambahnya.

img
BeJo@17
EDITOR

Budaya Lokal Terbaru