Visi Pendidikan Mahapatih Gajah Mada

  • Kawruh Jowo
  • 02 Apr 2018 | 08:06 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 572 kali
image
Foto: istimewa

beritajowo,com // Semarang - Masa Keemasan Kerajaan Majapahit tidak luput dari peranan Sang Mahapatih Gajah Mada. Dari andilnya, Majapahit menjadi kerajaan yang disegani di kawasan Nusantara.

Patih Gajah Mada dalam mengemban tugasnya, memegang teguh berbagai prinsip dan visi. Kali ini kita akan sedikit mengupas salah satu visi tentang pendidikan yang dianutnya.

baca juga: Visi Politik Negarawan Patih Gajah Mada

Visi Tri Nilai

Nilai Shastratama, yakni norma-norma tentang apa yang disebut Indah dan apa yang disebut buruk.

Nilai Buwanatama, yakni tentang kepekaan sosial, yaitu nilai kebersamaan, empati dan kepedulian terhadap permasalahan kemasyarakatan.

Nilai Susilatama, yakni kaidah-kaidah atau norma-norma tentang apa yang benar dan yang salah menurut berbagai jenis ketentuan yang berlaku dalam masyarakat

Visi Empat Perbuatan Luhur

Mitra, artinya kawan, sahabat, saudara atau teman. Jadi mitra berarti sifat-sifat yang menghendaki persahabatan terhadap sesame makhluk. Mitra mengajarkan agar manusia memandang semua manusia seperti keluarga besar. Manusia wajib saling mengasihi, tolong menolong, dan hormat-menghormati.

Tresna, berarti cinta kasih, yaitu perasaan belas kasihan kepada semua makhluk yang menderita. Sifat Karuna adalah suka menolong dan rela berkorban demi kebahagiaan orang lain. Sifat Karuna selalu merasakan penderitaan orang lain, seperti penderitaan diri sendiri. Orang yang menjalankan sifat Karuna, tidak segan-segan menolong orang yang kesusahan dan juga mempunyai sifat suka mengampuni dan memaafkan kesalahan orang lain, karena pada dasarnya manusia tidak bias luput dari kesalahan.

Gumbira, adalah sifat bahagia, puas, dan simpati yang tidak pernah dikotori oleh sifat iri hati, dengki, dan benci. Orang yang memiliki sifat Mudita akan merasa sedih bila melihat orang yang mengalami penderitaan dan mereka berusaha membantunya. Demikian pula sebaliknya mereka merasa bahagia atas kebahagiaan orang lain.

Upeksa, adalah sifat yang tidak mencampuri urusan orang lain. Upeksa mengajarkan kepada manusia untuk selalu waspada dan bijaksana dalam meneliti segala keadaan atau suatu masalah, apakah suatu masalah itu benar atau salah. Sifat Upeksa tidak suka menceritakan kesalahan dan kejelekan orang lain, tidak suka menyinggung perasaan orang lain.

baca: Prinsip Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada

Visi Menghormati Catur Guru

Guru Sudarma, orangtua yang melahirkan manusia.

Guru Surasa, bapak dan ibu guru didalam/luar sekolah juga disebut orangtua kedua, karena beliau sebagai pengganti orang untuk mendidik dan membimbing anak-anak didalam/luar sekolah.

Guru Wisesa, pemerintah membuat undang-undang atau peraturan untuk kepentingan bersama. Pemerintah juga mengatur kekayaan alam untuk kepentingan manusia bersama. Yang disebut pemerintah adalah mantra, nindya mantra, darma jaksa, dlsb. Melanggar peraturan pemerintah disebut alpaka guru wisesa.

Guru Swadaya, Tuhan. Beliau menciptakan alam semesta beserta isinya. Tuhan pembimbing sekalian alam atau Tuhan itu guru sejati. Manusia perlu makan, minum, perumahan, pakaian, dlsb. Semua itu manusia dapatkan dari ciptaan Tuhan.

img
BeJo@23
EDITOR

Budaya Lokal Terbaru