Visi Sosial Kemasyarakatan Gajah Mada

  • Kawruh Jowo
  • 01 Jun 2018 | 18:58 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 560 kali
image
Foto: istimewa

Visi Sosial Kemasyarakatan Gajah Mada

Ajaran Sad Guna Weweka

Kama (hawa nafsu), hawa nafsu ada dalam diri manusia, dan menjadi musuh bagi setiap orang. Nafsu yang tidak terkendalikan akan membawa manusia ke jurang neraka

Loba (tamak, rakus), loba atau tamak menyebabkan orang tidak pernah merasa puas akan sesuatu. Orang loba ingin selalu memiliki sesuatu yang banyak dari apa yang telah dimiliki. Orang seperti ini akan selalu gelisah karena didorong oleh kelobaannya.

Kroda (marah), kemarahan timbul karena pengaruh perasaan loba yang tidak dapat dikendalikan, sehingga timbul rasa jengkel, muak, tersinggung, dll. Orang yang suka marah tidak baik, sebab kemarahan menyebabkan orang menderita, dan pada umumnya orang tidak senang dimarahi. Sehingga orang yang sering marah, tidak akan disenangi orang lain.

Moha (kebingungan), kebingungan dapat membuat pikiran menjadi gelap, karena pikiran yang gelap tidak dapat membedakan perbuatan yang baik dan buruk. Biasanya lebih cenderung untuk melaksanakan perbuatan yang terkutuk, seperti membunuh orang, atau membunuh diri sendiri. Untuk menghindari kebingungan dalam menghadapi segala persoalan, maka perlu pengendalian pikiran, kuatkan iman, dan harus memiliki rasa pasrah

Mada (mabuk), mabuk akibat minuman keras, penyebab keburukan seperti merusak tubuh, merusak urat syaraf dlsb.

Masarya (iri hati), perasaan iri hati timbul karena seseorang tidak senang melihat orang lain yang lebih daripadanya atau menyamai dirinya. Ia tidak senang melihat orang lain bahagia atau lebih beruntung darinya. Orang demikian merasakan dirinya dikalahkan, lebih rendah, malang dlsb. Akibatnya muncul rencana jahat untuk mencelakakan orang yang dianggap menyaingi dirinya.

Visi Sad Paramuka

Agnida (suka membakar milik orang lain)

Wisada (suka meracun)

Atarwa (melakukan ilmu hitam)

Sastraghna (mengamuk)

Dratikrama (suka memperkosa)

Raja Pisuna (suka memfitnah)

Visi Catur Sarama Gajah Mada

Brahmacari

Grahasta

Wanaprasta

Bikduka atau Sanyasin

Visi Catur Purusa Arta

Darma berarti segala perilaku yang luhur., perilaku manusia yang sesuai ajaran agama. Ajaran agama menuntun, membina, dan mengatur hidup manusia sehingga mencapai kesejahteraan hidup lahir dan batin. Kewajiban untuk berbuat kebajikan adalah Darma. Jadi Darma itu juga berarti kebajikan. Ada 2 (dua) kewajiban yang harus dilaksanakan yaitu :

Swa Darma artinya kewajiban sendiri, karena setiap orang punya kewajibannya sendiri-sendiri.

Para Darma artinya menghormati dan menghargai tugas dan kewajiban orang lain, tidak memandang rendah kewajiban orang lain.

Manfaat Darma adalah alat untuk mencapai surga dan kesempurnaan atau moksa. Darma menghilangkan segala macam penderitaan, sumber datangnya kebaikan bagi yang melaksanakannya, dan dapat melebur dosa-dosa. Darma adalah harta kekayaan orang yang saleh yang tidak bias dicuri dan dirampas. Darma adalah landasan untuk mendapatkan Arta dan Kama.

 

Arta berarti harta benda. Harta benda dapat diartikan kekayaan. Dalam hidup ini manusia perlu harta benda. Dalam ajaran agama Hindu, tidak dilarang untuk memiliki harta benda atau kekayaan asalkan harta benda dan kekayaan itu didapat dengan jalan yang benar, jalan yang sesuai dengan Darma.

Kamayang berarti hawa nafsu/keinginan. Keinginan dapat memberikan kenikmatan dan tujuan hidup. Dalam hidup ini manusia perlu kenikmatan dan kenikmatan itu diperoleh bila keinginan itu sudah dipenuhi. Keinginan/hawa nafsu ini timbul karena manusia memiliki indra. Indra menyebabkan timbulnya keinginan atau hawa nafsu dan manusia memiliki 10 (sepuluh) indra yang disebut Dasa Indra yang terdiri dari :Panca Budi Indriya

Sruta indriya (indra penilai telinga untuk mendengar)

Twaka indriya (indra penilai kulit untuk rasakan sentuhan)

Caksu indriya (indra penilai mata untuk melihat)

Jihwa indriya (indra penilai lidah untuk mengecap)

Grana indriya (indra penilai hidung untuk membaui)

Panca Karma Indriya

Pana indriya (indra penggerak tangan untuk memegang/mengambil)

Pada indriya (indra penggerak kaki untuk bergerak/berjalan)

Waka indriya (indra penggerak mulut untuk ber-kata2/makan/minum)

Paywa indriya (indra penggerak anus untuk buang air besar/kotoran)

Upasta indriya (indra penggerak kelamin untuk buang air kecil/seni)

Dalam kehidupan manusia, keinginan/nafsu sangatlah perlu dikendalikan. Sebab, bila tidak akan membuat kehancuran pada diri manusia. Seperti nyala api yang disirami minyak, begitulah akibatnya keinginan yang selalu dituruti. Begitulah halnya dengan Kama, Kama harus dikendalikan dengan Darma agar tidak menyebabkan penderitaan.

 

Moksa/Mukhti

Visi Tata Susila Gama

img
BeJo@23
EDITOR
Loading...

Budaya Lokal Terbaru