Visi Politik Negarawan Patih Gajah Mada

  • Kawruh Jowo
  • 11 Mar 2018 | 18:56 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 146 kali
image
Foto: istimewa

beritajowo.com // Semarang - Seperti yang diketahui, masa Keemasan Kerajaan Majapahit tidak luput dari peranan Sang Mahapatih Gajah Mada. Dari andilnya, Majapahit menjadi kerajaan yang disegani di kawasan Nusantara.

Patih Gajah Mada dalam mengemban tugasnya, memegang teguh berbagai prinsip dan visi. Kali ini kita akan sedikit mengupas salah satu prinsip tentang seorang politik negarawan yang dianutnya.

Visi Laku Hambeging Bathara

Laku Hambeging Bathara Indra, seorang pemimpin hendaknya seperti hujan yaitu senantiasa mengusahakan kemakmuran bagi rakyatnya dan dalam setiap tindakannya dapat membawa kesejukan dan penuh kewibawaan

Laku Hambeging Bathara Yama, seorang pemimpin hendaknya meneladani sifat-sifat Dewa Yama yaitu berani menegakkan keadilan menurut hukum atau peraturan yang berlaku demi mengayomi masyarakat

Laku Hambeging Bathara Surya, seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat seperti matahari (surya) yang mampu memberikan semangat dan kekuatan pada kehidupan yang penuh dinamika dan sebagai sumber energi

Laku Hambeging Bathara Candra, seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat seperti bulan yaitu mampu memberikan penerangan bagi rakyatnya yang berada dalam kegelapan/kebodohan dengan menampilkan wajah yang penuh kesejukan dan penuh simpati sehingga masyarakatnya merasa tentram dan hidup nyaman.

Laku Hambeging Bathara Bayu, seorang pemimpin hendaknya ibarat angin, senantiasa berada ditengah-tengah masyarakat-nya, memberikan kesegaran dan selalu turun kebawah untuk mengenal denyut kehidupan masyarakat yang dipimpinnya

Laku Hambeging Bathara Danada, seorang pemimpin hendaknya memiliki sifat-sifat utama dari bumi yaitu teguh menjadi landasan berpijak dan memberi segala yang dimiliki untuk kesejahteraan masyarakatnya

Laku Hambeging Bathara Baruna, seorang pemimpin hendaknya bersifat seperti samudra yaitu memiliki wawasan yang luas, mampu mengatasi setiap gejolak (riak) dengan baik, penuh kearifan dan kebijaksanaan

Laku Hambeging Bathara Agni, seorang pemimpin hendaknya memilki sifat mulia dari api yaitu mendorong masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan, tetap teguh dan tegak dalam prinsip dan menindak/menghanguskan yang bersalah tanpa pilih kasih.

Visi Panca Titi Darmaning Prabu

Handayani Hanyakra Purana, seorang pemimpin senantiasa memberikan dorongan, motivasi dan kesempatan bagi para Generasi Mudanya atau anggotanya untuk melangkah kedepan tanpa ragu-ragu

Madya Hanyakrabawa, seorang pemimpin ditengah-tengah masyarakatnya senantiasa berkonsolidasi memberikan bimbingan dan mengambil keputusan dengan musyawarah dan mufakat yang mengutama-kan kepentingan masyarakat

Ngarsa Hanyakrabawa, seorang pemimpin sebagai seorang yang terdepan dan terpandang senantiasa memberikan panutan-panutan yang baik sehingga dapat dijadikan suri tauladan bagi masyarakatnya

Nir bala wikara, seorang pemimpin tidaklah selalu mengunakan kekuatan dan kekuasaan didalam mengalahkan musuh-musuh atau saingan politiknya. Namun berusaha menggunakan pendekatan pikiran, lobi, sehingga dapat menyadarkan dan disegani pesaing-pesaingnya.

Ngarsa dana upaya, seorang pemimpin sebagai ksatria senantiasa berada terdepan dalam mengorbankan tenaga, waktu, materi, pikiran, bahkan jiwanya sekalipun untuk kesejahteraan dan kelangsungan hidup masyarakat.

Visi Kamulyaning Nerpati Catur

Jalma Sulaksana, seorang pemimpin hendaknya memiliki/menguasai ilmu pengetahuan baik ilmu pengetahu-an dan teknologi maupun ilmu pengetahuan agama spiritual secara teori ataupun praktek

Praja Sulaksana, seorang pemimpin hendaknya mempunyai perasaan belas kasihan kepada bawahan/rakyat dan berusaha mengadakan perbaikan kondisi masyarakat (Catur Paramita : Maitri, Karuna, Mudita dan Upeksa)

Wirya Sulaksana, seorang pemimpin hendaknya mempunyai keberanian untuk menegak-kan kebenaran dan keadilan dengan prinsip berani karena benar dan takut karena salah

Wibawa Sulaksana, seorang pemimpin hendaknya memiliki kewibawaan terhadap bawah-an/rakyat, sehingga perintahnya dapat dilaksanakan dan program yang direncanakan dapat teralisasi.

Visi Catur Praja Wicaksana / Catur Naya Sandhi

Sama yaitu selalu waspada dan siap siaga untuk menghadapi segala ancaman musuh baik yang dating dari dalam maupun dari luar yang merongrong kewibawaan pemimpin yang sah

Beda yaitu memberikan perlakuan yang sama dan adil tanpa perkecualian dalam melaksanakan hokum/peraturan bagi bawahan/rakyat sehingga tercipta kedisiplinan dan tata tertib dalam masyarakat (penegakan supremasi hukum)

Dana yaitu mengutamakan sandang, pangan, pendidikan dan papan guna menunjang kesejahteraan/kemakmuran bawahan/rakyat serta memberikan penghargaan bagi warga yang berprestasi. Memberikan upah/gaji bagi para pekerja sebagai balas jasa dari pekerjaan yang dibebankan sesuai dengan peraturan yang berlaku agar dapat mencukupi kehidupan keluarganya

Danda yaitu menghukum dengan adil kepada semua yang berbuat salah/melanggar hokum sesuai dengan tingkat kesalahan yang diperbuatnya

Visi Sad Guna Upaya

Sidi Wasesa artinya pemimpin harus berkemampuan untuk menjalin persahabatan dengan rakyat, sesame dan Negara tetangga

Wigraha Wasesa artinya pemimpin harus berkemampuan untuk memilah-milah persoalan dan mampu untuk mempertahankan hubungan baik

Wibawa Wasesa artinya pemimpin harus memiliki kewibawaan atau disegani baik oleh rakyat, Negara tetangga ataupun musuh-musuhnya

Winarya Wasesa artinya pemimpin harus cakap dan bijak dalam memimpin sehingga memuaskan semua pihak

Gasraya Wasesa artinya pemimpin harus berkemampuan untuk menghadapi musuh yang kuat dan tangguh dengan menggunakan strategi/muslihat dalam berdiplomasi atau perang

Stana Wasesa artinya pemimpin harus dapat menjaga hubungan dan perdamaian dengan baik dan memprioritaskan tentaranya untuk menjaga kedaulatan Negara dan menjaga perdamaian serta menghindari peperangan

Visi Panca Tata Upaya

Maya Tata Upaya, artinya seorang birokrat harus melakukan upaya dalam mengumpulkan data atau permasalahan yang belum jelas faktanya sehingga didapat informasi yang akurat (hal ini dapat lewat telik sandi atau intelijen)

Upeksa Tata Upaya, artinya seorang birokrat harus berusaha untuk meneliti dan menganalisa secara mendalam semua data-data/informasi yang diperoleh guna dapat memecahkan masalah secara proporsional dan menarik kesimpulan yang obyejtif

Indra Jala Wisaya, artinya seorang birokrat hendaknya senantiasa berusaha untuk mencari jalan keluar/pemecahan terhadap setiap permasalahan yang dihadapi secara maksimal dan berpihak kepada kepentingan rakyat

Wikrama Wisaya, artinya setiap birokrat hendaknya berupaya untuk melaksanakan semua usaha yang telah diprogramkan/dirumuskan untuk mencapai tujuan, yakni kesejahteraan lahir batin.

Lokika Wisaya, artinya setia tindakan dan ucapan seorang birokrat harus dipertimbangkan sebelumnya secara akal sehat, ilmiah dan logis serta tidak boleh bertindak/berucap berdasarkan emosi semata.

Visi Tri Jana Upaya / Tri Upaya Sandhi

Rupa Upaya, artinya seorang pemimpin harus dapat mengenali atau mengamati wajah masyarakat yang dipimpinnya. Wajah masyarakat dapat menggambarkan apakah rakyat yang bersangkutan dalam keadaan senang, sejahtera atau kesusahan. Pemimpin yag dapat mengetahui keadaan masyarakatnya dengan baik akan lebih mudah dapat mengatasi permasalahannya yang dihadapi rakyatnya.

Wamsa Upaya, artinya seorang pemimpin harus dapat mengetahui susunan stratifikasi social masyarakatnya. Seorang pemimpin yang mengenali adat istiadat masyarakatnya dengan baik akan lebih mudah dapat menentukan sistim pendekatan atau motivasi yang harus digunakan dalam mencapai dan mendorong pembangunan menuju kemajuan.

Guna Upaya, artinya seorang pemimpin hendaknya mengetahui tingkat intelektual masyarakatnya termasuk ketrampilan dan keahlian. Dengan mengetahui tingkat kemampuan masyarakatnya seorang pemimpin akan lebih mudah berkomunikasi serta menawarkan ide-ide kepada rakyatnya. Dengan demikian program-program pembangunan akan lebih cepat terealisasi. Disamping program pemenuhan sandang, pangan dan papan, seorang pemimpin harus memprioritaskan program pendidikan kepada rakyatnya, sehingga terjadi keseimbangan antara pembangunan fisik dan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam rangka membangun nusa dan bangsa dimasa depan

baca juga : https://beritajowo.com/budaya/detail/146/Prinsip-Kepemimpinan-Gajah-Mada

img
BeJo@23
EDITOR

Budaya Lokal Terbaru