Prinsip Kepemimpinan Mahapatih Gajah Mada

  • Kawruh Jowo
  • 28 Feb 2018 | 08:05 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 244 kali
image
Foto: istimewa

beritajowo.com // Semarang - Masa Keemasan Kerajaan Majapahit tidak luput dari peranan Sang Mahapatih Gajah Mada. Dari andilnya, Majapahit mampu menguasai seluruh Nusantara.

Patih Gajah Mada dalam mengemban tugasnya, memegang teguh berbagai prinsip dan visi. Kali ini kita akan sedikit mengupas salah satu prinsip tentang seorang pemimpin yang dianutnya.

Prinsip Asta Dasa Pramiteng Prabu

Wijaya artinya seorang pemimpin harus mempunyai jiwa yang tenang, sabar dan bijaksana serta tidak lekas panik dalam menghadapi berbagai macam persoalan karena hanya dengan jiwa yang tenang masalah akan dapat dipecahkan.

Mantriwira artinya seorang pemimpin harus berani membela dan menegakkan kebenaran dan keadilan tanpa terpengaruh tekanan dari pihak manapun.

Natangguan artinya seorang pemimpin harus mendapat kepercayaan dari masyarakat dan berusaha menjaga kepercayaan yang diberikan tersebut sebagai tanggung jawab dan kehormatan.

Satya Bakti Prabu artinya seorang pemimpin harus memiliki loyalitas kepada kepentingan yang lebih tinggi dan bertindak dengan penuh kesetiaan demi nusa dan bangsa.

Wagmiwak artinya seorang pemimpin harus mempunyai kemampuan mengutarakan pendapatnya, pandai berbicara dengan tutur kata yang tertib dan sopan serta mampu menggugah semangat masyarakatnya.

Wicaksaneng Naya artinya seorang pemimpin harus pandai berdiplomasi dan pandai mengatur stratehi dan siasat.

Sarjawa Upasama artinya seorang pemimpin harus rendah hati, tidak boleh sombong, congkak, mentang-mentang jadi pemimpin dan tidak sok berkuasa.

Dirosaha artinya seorang pemimpin harus rajin dan tekun bekerja, pemimpin harus memusatkan rasa, cipta, karsa dan karyanya untuk mengabdi kepada kepentingan umum.

Tan Satresna maksudnya seorang pemimpin tidak boleh memihak dan pilih kasih terhadap salah satu golongan atau memihak saudaranya, tetapi harus mampu mengatasi segala paham golongan, sehingga dengan demikian akan mampu mempersatukan seluruh potensi masayarakatnya untuk mensukseskan cita-cita bersama.

Masihi Samasta Buwana maksudnya seorang pemimpin mencintai alam semesta dengan melestarikan lingkungan hidup sebagai karunia dari Tuhan/Hyang Widi dan mengelola sumber daya alam dengan sebaik-baiknya demi kesejahteraan rakyat.

Sih Samasta Buwana maksudnya seorang pemimpin dicintai oleh segenap lapisan masyarakat dan sebaliknya pemimpin mencintai rakyatnya.

Negara Gineng Pratijna maksudnya seorang pemimpin senantiasa mengutamakan kepentingan Negara dari pada kepentingan pribadi ataupun golongan, maupun keluarganya.

Dibyacita maksudnya seorang pemimpin harus lapang dada dan bersedia menerima pendapat orang lain atau bawahannya (akomodatif dan aspiratif).

Sumantri maksudnya seorang pemimpin harus tegas, jujur, bersih dan berwibawa.

Nayaken Musuh maksudnya seorang pemimpin harus dapat menguasai musuh-musuh, baik yang dating dari dalam maupun dari luar, termasuk yang ada didalam dirinya sendiri (nafsunya/sadripu).

Ambek Parama Arta maksudnya seorang pemimpin harus pandai menentukan prioritas atau mengutamakan hal-hal yang lebih penting bagi kesejahteraan dan kepentingan umum.

Waspada Purwa Arta maksudnya seorang pemimpin selalu harus waspada dan mau melakukan mawas diri (introspeksi) untuk melakukan perbaikan.

Prasaja artinya seorang pemimpin seharusnya berpola hidup sederhana (aparigraha), tidak berfoya-foya atau serba gemerlap.

img
BeJo@23
EDITOR

Budaya Lokal Terbaru