Filosofi Cublak-Cublak Suweng

  • Kawruh Jowo
  • 01 Nov 2017 | 03:08 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 216 kali
image
(Foto: istimewa)

Budaya, beritajowo.com - Lagu dolanan anak-anak di Jawa, karya Sunan Giri (1442M) ini berisi syair ‘sanepo’ (simbol) yang sarat makna, tentang nilai-nilai keutamaan hidup manusia.

CUBLAK-CUBLAK SUWENG,
Cublak Suweng artinya tempat Suweng.
Suweng adalah anting perhiasan wanita Jawa. Cublak-cublak suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu Suweng (Suwung, Sepi, Sejati) atau Harta Sejati.

SUWENGE TENG GELENTER,
Suwenge Teng Gelenter, artinya suweng berserakan. Harta Sejati itu berupa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di sekitar manusia.

MAMBU KETUNDHUNG GUDEL,
Mambu (baunya) Ketundhung (dituju) Gudel (anak Kerbau). Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu. Bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan Gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan, tujuannya untuk menemukan kebahagiaan sejati. 

PAK EMPO LERA-LERE,
Pak empo (bapak ompong) Lera-lere (menengok kanan kiri). Orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang kebingungan. Meskipun hartanya melimpah, ternyata itu harta palsu, bukan Harta Sejati atau kebahagiaan sejati. Mereka kebingungan karena dikuasai oleh hawa nafsu keserakahannya sendiri.

SOPO NGGUYU NDHELIKAKE,
Sopo ngguyu (siapa tertawa) Ndhelikake (dia yg menyembunyikan). menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan Tempat Harta Sejati atau kebahagian sejati. Dia adalah orang yang tersenyum - sumeleh dalam menjalani setiap keadaan hidup, sekalipun berada di tengah-tengah kehidupan orang-orang yang serakah.

SIR-SIR PONG DELE KOPONG,
Sir (hati nurani) pong dele kopong (kedelai kosong tanpa isi). Artinya di dalam hati nurani yang kosong. Maknanya bahwa untuk sampai kepada menemu Tempat Harta Sejati (Cublak Suweng) atau kebahagiaan sejati, orang harus melepaskan diri dari atribut kemelekatan pada harta benda duniawi, mengosongkan diri, tersenyum sumeleh, rendah hati, tidak merendahkan sesama, serta senantiasa memakai rasa dan mengasah tajam Sir-nya atau hati nuraninya. 

Pesan moral lagu dolanan "Cublak Suweng" adalah:

“Untuk mencari harta dan kebahagiaan sejati, janganlah manusia menuruti hawa nafsunya sendiri atau serakah. Tetapi semuanya kembali ke dalam hati nurani, gar tidak salah jalan. Selalu ingat etika, dosa, dan akherat. Sehingga harta kebahagiaan itu bisa menjadi berkah.

img
BeJo@23
EDITOR
Loading...

Budaya Lokal Terbaru