Negara Kertagama : Pupuh LXXIII, LXXIV, LXXV

  • Kawruh Jowo
  • 19 Mar 2018 | 07:10 WIB
  • Oleh Red
  • Dilihat 45 kali
image
Foto: istimewa

beritajowo.com // Malang - Berikut ini lanjutan Terjemahan dari Kitab Negara Kertagama karangan Mpu Prapanca :

NEGARAKERTAGAMA

Pupuh LXXIII

1. Baginda makin keras berusaha untuk dapat bertindak lebih bijak, Dalam pengadilan tidak serampangan, tapi tepat mengikut undang-undang, Adil segala keputusan yang diambil, semua pihak merasa puas, Mashur nama beliau, mampu menembus zaman, sungguhlah titisan batara.

2. Candi makam serta bangunan para leluhur sejak zaman dahulu kala, Yang belum siap diselesaikan, dijaga dan dibina dengan saksama, Yang belum punya prasasti, disuruh buatkan piagam pada ahli sastra, Agar kelak jangan sampai timbul perselisihan, jikalau sudah temurun.

3. Jumlah candi makam raja seperti berikut, mulai dengan Kagenengan, Disebut pertama karena tertua: Tumapel, Kidal, Jajagu,Wedwawedan, Di Tuban, Pikatan, Bakul, Jawa-jawa, Antang Trawulan, Kalang Brat dan Jago, Lalu Balitar, Sila Petak, Ahrit, Waleri, Bebeg, Kukap, Lumbang dan Puger.

Pupuh LXXIV

1. Makam rani : Kamal Pandak, Segala, Simping, Sri Ranggapura serta candi Budi Kuncir, Bangunan baru Prajnyaparamitapuri, Di Bayalangu yang baru saja dibangun.

2. Itulah dua puluh tujuh candi raja, Pada Saka tujuh guru candra (1287) bulan Badra, Dijaga petugas atas perintah raja, Diawasi oleh pendeta ahli sastra.

Pupuh LXXV

1. Pembesar yang bertugas mengawasi seluruhnya sang Wiradikara, Orang utama, yang saksama dan tawakal membina semua candi, Setia kepada Baginda, hanya memikirkan kepentingan bersama, Segan mengambil keuntungan berapa pun penghasilan candi makam.

2. Desa-desa perdikan ditempatkan di bawah perlindungan Baginda, Darmadyaksa kasewan bertugas membina tempat ziarah dan pemujaan, Darmadyaksa kasogatan disuruh menjaga biara kebudaan, Menteri her-haji bertugas memelihara semua pertapaan.

img
BeJo@23
EDITOR