Saat Bapak Angkasa dan Ibu Bumi (semesta) bicara, Tentang amal dan dosa (II)

  • Adat Jowo
  • 16 Feb 2018 | 16:35 WIB
  • Oleh bejo25
  • Dilihat 272 kali
image
Foto.(istimewa)

Beritajowo.com // Adat Jowo - Makna kesucian adalah tidak ternoda oleh penilaian baik buruk, serta tidak melekat dengan penilaian tersebut. Maka dalam pemahaman kesucian ini, amal adalah perilaku yang tidak terjebak oleh penilaian baik buruk. Amal adalah kerja pikiran, kata-kata, dan perbuatan yang suci, tidak melekat oleh penilaian dan penghakiman.

Amal adalah tugas Jiwa dalam kehidupan untuk menjalankan cinta dan kasih sayangnya bagi kehidupan semesta. Amal adalah setiap kerja yang terlibat dalam kegiatan penciptaan, pemeliharaan, dan pengembalian seluruh isi alam semesta ke dalam siklusnya. Inilah amal yang terbebas dari penilaian baik-buruk. Ia hanya berkaitan dengan tugas-tugas Jiwa dalam ketiga aspek kegiatan semesta itu. Sedangkan dosa adalah segala kegiatan yang tidak sesuai dengan rencana tugas untuk mendukung ketiga aspek kerja semesta. Dosa adalah penyimpangan pikiran, kata-kata dan perbuatan terhadap jalan yang telah dipilih oleh Jiwa sebagai bagian dari tugasnya dalam kehidupan ini. Bila semua penjelasan ini pun belum kau pahami dengan baik, maka amal dan dosa ini cukup kamu pahami dengan menjalankan segala bentuk kebaikan dan cinta kasih yang mampu kau pahami. Biarlah sisanya Aku yang menentukan amal dan dosamu itu dari cara pandang kesadaranKu yang melampaui kesadaranmu yang terbatas.

Lakukan tugas kebaikan karena kamu bersumber dari kebaikanKu, kebaikan ayah-ibu, kebaikan orang-0rang yang merawatmu sejak dalam kandungan hingga menjadi dewasa seperti saat ini. Lakukan saja, maka itu akan menjadi amal bagimu. Tetaplah berjalan dalam lingkaran perilaku cinta kasih, itu sudah cukup menjadi amal bagi pemahamanmu. Hindari saja hal-hal yang tidak sejalan dengan perilaku cinta kasih sebagaimana yang kamu pahami karena sifat sejatimu adalah cinta kasih. Itu pun sudah cukup untuk menjauhkanmu dari dosa akibat penyimpangan terhadap tugas dan jalan yang telah kau pilih bagi kehidupanmu ini.

Setiap Jiwa memahami dan menyadari tugas, peran, dan tujuan kelahirannya. Setelah kematiannya maka Jiwa akan menilai seberapa selaras tugas dan peran itu telah ia jalani selama hidupnya.

Setiap amal kehidupan akan memberinya kebahagiaan karena sebanyak itulah tugas dan peran telah berhasil ia jalankan sesuai rencana. Sebaliknya, setiap dosa di kehidupan akan memberinya penyesalan yang menyedihkan. Ia menyadari bahwa sebanyak dosa itulah tugas dan peran kehidupan yang ia jalani telah menyimpang dari tujuan kelahirannya.

Rasa kebahagiaan membawa suasana surga bagi Jiwa, sedangkan rasa penyesalan membawa suasana neraka baginya. Maka, sesungguhnya dengan amal dan dosa inilah kau menentukan sendiri apa yang kau kehendaki bagi dirimu sendiri kelak sebagai Jiwa setelah kematian. Aku hanya bisa mengingatkanmu satu hal, AnakKu. Lakukan saja apa yang tidak akan kamu sesali sebagai Jiwa setelah kematian. Kunci utama dari tugas dan peran kehidupanmu sebagai Jiwa di kelahiran kali ini adalah menuntaskan peran cinta kasih bagi kehidupan semesta ini. Amalkanlah peran cinta kasihmu itu Nak, dan bangunlah surga dunia dan akhirat yang membahagiakan bagi dirimu sendiri. Aku bersaksi atas setiap amal dan dosamu.(wong edan bagu)

img
BeJo@25
EDITOR

Budaya Lokal Terbaru