Kontroversi Film Frida yang Mengantar Salma Hayek Meraih Oscar

beritajowo.com // SALMA Hayek,dalam tulisannya di New York Times itu berkisah tentang pengalamannya bekerja dengan Weinstein dalam film tentang pelukis Meksiko, Frida Kahlo,yang disebutnya merupakan ambisi terbesarnya.

Baca gegeran Salma Hayek dengan sutradara  Weinstein

https://beritajowo.com/news/detail/1888/Salma-Hayek-Gambarkan-Harvey-Weinstein-Sebagai-Monster-Ganas

Setelah berhasil memperoleh kontrak dengan Weinstein atas hak-hak film yang lalu berjudul Frida tahun 2002, aktris keturunan Meksiko-Amerika ini mengatakan "kini giliran saya untuk mengatakan tidak," diantara tulisnya:

"Tidak untuk mandi bersamanya.

"Tidak membolehkannya melihat saya mandi.

"Tidak mengizinkannya memijat saya.

"Tidak membiarkan temannya yang bugil memijat saya.

"Tidak membolehkannya melakukan seks oral terhadap saya.

"Tidak mau bertelanjang dengan perempuan lain sesuai kehendaknya,"

BBC berusaha meminta komentar dari perwakilan Weinstein untuk menanggapi artikel Salma Hayek ini, namun belum mendapat jawaban.

Salma Hayek menuding Weinstein mengancamnya untuk menjegal filmnya itu.

"Saya harus minum obat penenang, yang akhirnya bisa menghentikan tangisan saya, namun membuat saya muntah," tulis hayektentang gejolak emosionalnya saat syuting adegan yang menurutnya tidak perlu.

"Seperti yang bisa Anda bayangkan,hal itu tidak seksi,tapi itu satu-satunya cara agar saya bisa melakukan adegan itu."

Film Frida akhirnya menyabet enam nominasi Oscar,termasuk nominasi aktris terbaik untuk Hayek.

img
BeJo@17
EDITOR